Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Masyarakat diminta untuk dapat meningkatkan kesadaran terhadap berbagai potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya, terutama yang bermukim di wilayah rentan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Kementrian PU PR Ir. Hadi Sucahyono, MPP., Ph.D., dalam acara Geotalk yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Geografi UGM, Rabu (17/1/2018).

Hadi menyampaikan pentingnya upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tidak tinggal  di kawasan rentan bencana. Dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir korban dan kerugian akibat bencana di masa mendatang.

“Untuk pengurangan kerentanan bencana, kami di Kementrian PU PR juga melakukan sosialisasi di masyarakat seperti membangun pengertian masyarakat untuk tidak tinggal di daerah rawan longsor,”paparnya.

Hadi mengatakan tidak sedikit masyarakat yang masih tinggal di daerah rawan bencana. Padahal daerah tersebut memiliki resiko bencana yang cukup tinggi.

“Masyarakat masih ada yang bermukim di tanah ilegal dengan kondisi lahan cukup curam dan sangat rawan longsor,” tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya terus berupaya mensosialisasikan kesadaran bencana di masyarakat. Tidak hanya melalui berbagai kegiatan formal, sosialisasi juga dilakukan melalui forum-forum infromal.

“Sosialisasi juga kita lakukan melalui kegiatan wayangan, kita sisipkan pesan-pesan terkait pentingnya kesadaran bencana,” ungkapnya.

Sementara upaya mitigasi struktural, kata dia, dilakukan dengan pembangunan berbagai prasarana fisik, misalnya kanal untuk mencegah banjir dan sabo dam untuk menahan banjir lahar dingin. Selain itu juga pengembangan teknologi seperti membangun EWS banjir dan mengembangkan rumah instan sederhana sehat (RISHA) untuk korban bencana. (ika/humas-ugm/bpn)

loading...