Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Setelah menggelar beberapa kali pertemuan para tokoh tokoh masyarakat Kuta Utara yang difasilitasi Kapolsek Kuta Utara dan camat Kuta Utara pasca terjadinya bentrokan antara kelompok pemuda Dalung dengan kelompok pemuda asal Sumba sabtu (4/11) lalu di Jln. Raya Dalung No 106,  Br Kaja, Desa Dalung, Kec, Kuta Utara, Kab Badung.

Pada hari Rabu (8/11/2017) lalu para tokoh tokoh Masyarakat Kuta Utara kembali mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Camat Kuta Utara Drs A.A Ngurah Arimbawa, Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes  H. Widya Dharma Ninggolan., S.I.K, Sekcam Kuta Utara I Putu Eka Pramana, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kec. Kuta Utara I Nengah Sudarsana, Kepala Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, S.Sos, Panit I Binmas Polsek Kuta Utara IPTU I Made Sucipta, Bendesa Adat Dalung Ir. I Nyoman Widana, ‎Kaling Dinas Br Tegah Ds Dalung I Ketut Armanto, Kaling Dinas Br Kaja Ds Dalung, I Made Oka Sukama dan ketua Ketua Peguyuban FLOBAMORA (Flores Sumba Timur) Bapak Yusdi Dias beserta anggotannya yang berjumlah sekitar 20 orang.

Baca Juga :  Diduga Karena Arus Pendek Listrik, Rumah Ludes Terbakar

Acara pertemuan tersebut dibuka oleh camat Kuta Utara yang pada intinya menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yg telah hadir dalam kesempatan ini, Indonesia terkenal dengan keramahtamahannya, saya ingin nanti bagaimana kedepannya tali silahturahmi dapat terjalin dengan baik.

Harapan kami Warga Dalung dan Sumba dapat memumbuhkan lagi rasa kasih sayang sehingga terbentuk wilayah yang aman untuk kedepannya dapat membangun wilayah Kabupaten Badung dan dapat mensejahterakan masyarakat Kabupaten Badung.

Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Ninggolan, S.I.K dalam penyampaiannya kita berkumpul untuk memediasi permasalahan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 4 Nopember 2017, pukul 17.44 Wita, terkait kesalahpahaman antara seorang oknum warga Dalung dengan beberapa orang Warga Sumba mengakibatkan perkelahian dan penganiayaan, bukan perkelahian antara Warga Bali dengan Warga Sumba seperti informasi di media sosial.

Kapolsek mengharapkan  ‎kepada semua undangan, Ketua Paguyuban dan tokoh masyarakat untuk selalu mengingatkan anggotanya maupun saudara saudaranya untuk tidak cepat terpancing maupun terprovokasi dengan kejadian yang dapat memperkeruh situasi.

Baca Juga :  Edufair Bali 2020 di Puspem Badung

Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kec. Kuta Utara I Nengah Sudarsana menyampaikan Kuta Utara terdapat kemajemukan masyarakat dari berbagai etnis, suku, daerah dan berbagai agama selaku ketua FKUB berpesan Bali merupakan daerah Pariwisata dan Badung pendapatannya terbesarnya melalui Pariwisata, besar harapkan kami kepada Ketua Paguyuban Flobamora dan tokoh masyarakat Dalung untuk permasalahan ini, jangan sampai memunculkan isu sara yang akan merusak persatuan dan kesatuan khusunya di wilayah Kuta Utara.

Ketua Umum Peguyuban Flobamora Yusdi Dias menyampaikan Peguyuban Flobamora terdiri dari  Ikatan Keluarga Sumba Barat, Keluarga Sumba Tengah, Keluarga Sumba Barat Daya dan Keluarga Sumba Timur. Untuk didamika dan gesekan yang terjadi, kami tidak mempermasalahkan lagi, bagaimana kedepanya kita bersama dapat menjalin hubungan yang lebih baik menjaga jalinan silaturahmi yang telah terjalin selama ini.

Ditambahkan oleh Nyoman Robby pengurus Gereja Tuka / Tokoh Desa Dalung menyampaikan Mari kita bersaudara, mari kita saling menyayangi, saling menghargai, kedepan supaya dapat terjalin hubungan yang baik. Untuk pendataan, kedepannya bagaimana paguyuban Flobamora dapat bekerja sama dengan adat dan  perangkat Desa Dalung.

Baca Juga :  Badung Gelar Penyegaran Pasukan Pemadam Kebakaran 

Dipenghujung acara Kapolsek Kuta Utara menyampaikan “Habis gelap terbitlah terang” ini lah yang terjadi dalam pertemuan ini langkah yang bagus bagaimana kita menyikapi permasalahan ini untuk menjadi baik, memberikan apresiasi kepada semua undangan yang telah hadir dalam kegiatan ini.

AKP Johanes seusai kegiatan dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut mengungkapkan “kami bersama para tokoh Desa Dalung, Tokoh Flobamora dan disaksikan camat Kuta Utara bersepakat bersama sama menjaga keamanan di wilayah Kuta Utara, kami Kepolisian bersama dengan para tokoh dan para pecalang meningkatkan patroli di wilayah Desa Dalung, Ini bukan etnis, suku atau agama namun oknum,” ungkap AKP Johanes. (guz/humas-polres.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :