BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kota Denpasar dibuka secara resmi Walikota Denpasar,IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Jumat (24/11/2017) di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar.

Pelaksanaan Formi yang juga dihadiri Ketua Formi Provinsi Bali, AAN Oka Ratmadi, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharwijaya Mantra, Pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta ratusan peserta perlombaan. Walaupun sempat diguyur hujan, namun tidak menghilangkan euphoria ajang olahraga tahunan di Kota Denpasar ini. Kegiatan ini juga diisi dengan penampilan memukau Baleganjur kesenian dari SMA Negeri 8 Kota Denpasar.

Budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan, namun melalui proses yang berjenjang dan berkesinambungan dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar. Termasuk untuk melestarikan olah raga tradisional harus dilakukan sehingga jangan sampai ditinggalkan oleh generasi muda bangsa.

“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum yang sangat tepat dalam pembangunan olahraga lewat pemberdayaan dan peningkatan prestasi,” kata Rai Mantra.

Menurutnya, Pemkot Denpasar terus berperan aktif di dalam menumbuhkembangkan olahraga prestasi, olahraga pendidikan serta olahraga rekreasi. “Kita harus terus lestarikan olahraga tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tambahnya.

Rai Mantra mengatakan, pemberdayaan harus terus juga dilakukan sehingga olah raga tradisional tidak punah dan memiliki tujuan untuk mempererat tali silahturahmi. Selain itu, kata dia, olahraga tradisional juga memiliki akar budaya yang tidak boleh hilang.

“Kita harus terus melakukan pemberdayaan dan yang paling penting sama-sama menjaga kelestarian olahraga tradisional yang kita miliki,” ujar Rai Mantra.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan, kegiatan Formi pada tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini tetap mempertandingkan sejumlah cabang-cabang olahraga seperti tarik tambang, hadang PKK, Hadang sekaa teruna, Dagongan putra dan putri, Metajog sekaa teruna, Jalan Terompah putra dan putri, Deduplak, Pencak Silat seni tunggal putra dan putri.

“Tahun ini, pelaksanaan Formi diikuti atlet dari 43 desa/kelurahan se-Kota Denpasar dengan waktu pelaksanaan festival selama tujuh hari,” katanya.

Seluruh rangkaian pertandingan, lanjut dia, dipusatkan di Stadion Kompyang Sujana sedangkan pelaksanaan cabang pencak silat akan dipindahkan ke Aula SMPN 2 Denpasar karena masih terdapat warga KRB yang berada di Gor tersebut.

“Kami akan melakukan seleksi ketat pelaksanaan Formi Kota Denpasar sehingga dapat menjaring atlet-atlet tangguh yang nantinya dapat mewakili Bali pada ajang yang lebih tinggi,” kata Raka.

Sementara Ketua Formi Provinsi Bali yang juga anggota DPD RI Bali, AAN Oka Ratmadi atau sering disapa Cok Rat mengatakan, Kami sangat berterima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajarannya yang setiap Tahun mengadakan kegiatan tersebut. Tujuan yang dapat dicapai dalam kegiatan ini yakni berekreasi sambil melakukan pelestarian budaya Bali sekaligus menjadi ajang pembinaan dan pengembangan olah raga rekreasi.

“Adanya formi ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi, sekaligus ajang rekreasi untuk masyarakat Denpasar,” ujarnya. (eka/humas-dps/bpn)