BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-72 Kota Denpasar digelar berbagai kegiatan dari olahraga, kegiatan sosial dan juga diisi kegiatan seminar yang melibatkan seluruh guru dan siswa se-Kota Denpasar. Pada Jumat (24/11/2017) kegiatan seminar dibuka secara resmi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan pemukulan gong bertempat di Hotel Nikki Denpasar.

Dalam kegiatan yang sama Walikota Rai Mantra didampingi Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Wayan Gunawan, Ketua PGRI Provinsi Bali Gede Wenten Aryasuda dan Ketua PGRI Denpasar I Nyoman Winata menyerahkan Bea Siswa Belajar Online secara simbolis kepada 39.595 siswa SMP se-Kota Denpasar.

“Saya menyambut baik kegiatan seminar dalam rangka Hut PGRI Ke-72 di Kota Denpasar serta menjadi kegiatan berdialog yang juga melibatkan salah satu motivator meningkatkan peran guru dalam membangkitkan talenta anak didik agar metaksu,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan saat ini perlu kita pertimbangkan bersama aktifitas kegiatan anak didik disekolah. Seperti peluncuran buku ilmiah peneliti oleh 25 siswa SMP dan SMA Denpasar, yang merupakan pengembangan talenta anak didik lewat komunitas peneliti sekolah.

Dari komunitas ini telah mampu mengembangkan talenta dan membawa anak didik meraih medali emas, perak dan perenggu ditingkat Internasional, serta telah mampu meraih beasiswa ditingkat Internasional dan Hak Kekayaan Intelektual yang sangat berguna bagi masa depan anak didik.

Rai Mantra mengharapkan kepada para guru yang memiliki anak didik dengan talenta melakukan penelitian dapat bergabung dalam komunitas ini yang awalnya dibentuk di SMA N 3 Denpasar. Terkait dengan infrastruktur dalam menunjang kegiatan penelitian dapat dilakukan di Rumah Pintar Denpasar sebagai ruang kerja bersama dalam melakukan berbagai pembahasan penelitian.

Sementara bagi anak-anak yang memiliki talenta berwirausaha dan kreatifitas lainnya, dapat dilakukan di Taman Pemuda atau Youth Park di Taman Kota Lumintang. Sementara terkait seminar kali ini yang juga mengangkat tema Guru Bahagia sangat tepat dibahas.

Hal ini tak terlepas dari pengukuran indeks pembangunan di dunia saat ini merujuk pada indeks kebahagian masyarakat. Tidak saja tingkat pertumbuhan dalam pembangunan dilakukan pengukuran, namun juga melihat tingkat kebahagian masyarakat.

Sehingga Rai Mantra mengingatkan kepada guru untuk ikut mengantisipasi angka putus sekolah di Kota Denpasar. Langkah ini telah dipersiapkan Pemkot Denpasar membentuk jaring pengaman sosial memberikan beasiswa tidak hanya untuk masyarakat miskin tapi juga masyarakat rentan miskin.

Permasalahan ini tak terlepas dari capaian Indek Pembangunan Manusia mencapai 82.47 persen sebagai indeks terbaik yang juga membutuhkan peningkatkan kembali dengan membentuk jaring pengaman sosial.

“Jaring pengaman sosial ini kita bentuk dalam memcahkan permasalahan kesehatan, beasiswa untuk masyarakat yang rentan miskin, sehingga kami mengharapkan peran serta para guru dalam menekan angka putus sekolah,” ujar Rai Mantra.

Sementara Ketua PGRI Denpasar I Nyoman Winata mengatakan Hut PGRI dilaksanakan dengan jalan sehat, kegiatan sosial KRB Gunung Agung dan seminar sehari dengan tema Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Menignkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter. Kegiatan bersih-bersih dan upacara bendera dilaksnakan pada 25 Nopember disetiap sekolah di Denpasar.

“Tujuan seminar meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu guru, agar guru menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Guru tidak hanya memberi intruksi tapi memberikan tauldan bagi peserta didik,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)

loading...