BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sebanyak 25 perusahaan membuka bursa kerja saat dilaksanakan jobfair di Kota Denpasar.  Dari 25 perusahaan tersebut telah membuka sebanyak 1596 lowongan kerja. Meski demikian untuk pencari kerja harus terus mempu meningkatkan kompentensi.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka jobfair, Kamis (19/10/2017) di taman Kota Lumintang. Jobfair yang berlangsung selama 3 hari hingga 21 Oktober dihadiri juga Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra bersama wakil ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara. Usai membuka jobfair Rai Mantra berkesempatan untuk meninjau stand peserta.

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya memberikan peluang pada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih lagi sekarang ini jobfair yang dilaksanakan dipadukan dengan interpreneur fair. Dimana dalam jobfair tidak hanya untuk mencari kerja tetapi juga mendapatkan informasi untuk menjadi interpreneur.

“Mencari mata pencaharian tidak hanya melalui melamar pekerjaan tetapi bisa menjadi interprenuer,” ujar Rai Mantra. Untuk itu sangat tepat jobfair yang dilaksanakan sekarang ini dipadukan dengan interpreneur fair.

Rai Mantra menambahkan sejak pelaksanaan jobfair 13 tahun lalu banyak perubahan-perubahan bagi pencari kerja. Terlebih lagi sekarang ini era digitalisasi dimana masyarakat dapat mengakses langsung lowongan yang ada melalui IT. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah pekerja yang datang pada jobfair.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi mengatakan jobfair yang dilaksanakan sekarang dipadukan dengan stand wira usaha muda. Dari 45 stan yang ada 20 stan merupakan stan wirausaha muda.

Melalui stand wirausaha muda dapat memotivasi masyarakat untuk menjadi wirausaha melalui informasi bagaimana menjadi wirausaha. Dengan menjadi wirausaha diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang ada di Kota Denpasar.

Terkait dengan pelaksanaan jobfair Anom Suradi menambahkan lowongan pekerjaan yang paling banyak saat ini diminati masih terkait dengan finance. Untuk itu sebagian besar perusahaan yang ikut merupakan jasa keuangan.

“Sekarang ini lebih banyak pencari kerja ini merupakan tamatan ekonomi. Sehingga lowongan yang ada lebih dominan finance,” ujarnya.

Dari pelaksanaan jobfair sebelumnya Anom Suradi mengaku dari seluruh pelamar yang datang untuk mencari kerja kurang lebih 35 persen terakomodir untuk mendapatkan pekerjaan. Dimana setiap jobfair rata-rata yang melamar sebanyak 1500 pencari kerja. Diharapkan melalui jobfair ini dapat memfasilitasi pencari kerja sehingga mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakan dan minat serta keterampilannya. (gst/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :