Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Keberadaan tenaga tata usaha (TU) di sejumlah SMP negeri di Kota Denpasar masih sangat terbatas dan jauh dari kata ideal. Kondisi “paceklik” tenaga TU itu terjadi hampir di 12 SMP negeri di Denpasar. Mirisnya, kekurangan tenaga administrasi sekolah tersebut tidak dibarengi dengan pengangkatan PNS tenaga TU.

Di SMPN 9 dan SMPN 12 Denpasar, misalnya. Masih kekurangan pegawai TU dari persyaratan yang ideal. Kepala SMPN 9 Denpasar, Made Arawan, mengemukakan sejak beberapa tahun terakhir ini tidak ada pengangkatan PNS untuk posisi tersebut.

Kebanyakan formasi diperuntukkan bagi guru. Karena itu kekurangan tenaga tersebut ditutupi dengan mengangkat tenaga honorer. ‘’Saat ini kami hanya memiliki pegawai administrasi PNS sebanyak dua orang, dan ditambah sebelas pegawai honor,’’ ujar Arawan, Selasa (29/8).

Arawan menambahkan, pengangkatan tenaga TU sudah lama tidak dilakukan. Ia juga heran, padahal keberadaan tenaga administrasi itu juga mempengaruhi peningkatan kualitas proses belajar mengajar di suatu sekolah.

Baca Juga :  Sepak Bola Bina Putra Denpasar Wakili Bali Dalam Ajang Nasional

Kondisi yang tampak parah terjadi di SMPN 12 Denpasar. Menurut Kasek Nengah Narsa, sekolahnya hanya memiliki satu pegawai TU berstatus PNS. Menutupi kekurangan tenaga administrasi sekolah, pihaknya berupaya dengan mengangkat tenaga honorer lagi delapan orang, termasuk tenaga kebersihan. Untuk tenaga honorer, honor bulanan mereka diambilkan dari dana BOS, mengingat sekolah tidak diperkenankan lagi memungut dana komite.

Menurut Arawan dan Nengah Narsa, jumlah ideal tenaga administrasi adalah sebesar jumlah kelas dalam satu sekolah dibagi dua, ditambah satu. Keduanya mengatakan sekarang ini banyak sekolah yang hanya memiliki tenaga administrasi tak lebih dari lima orang. Itu pun belum dihitung tenaga administrasi yang akan pensiun. ‘’Tenaga administrasi cukup penting, sebab menyangkut pelayanan administrasi guru dan siswa,’’ terang Arawan.

Baca Juga :  Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi Terdekat, Tak Ada Istilah ‘’Cepat-cepatan’’

Mengenai tugas TU, dijelaskan Nengah Narsa, di antaranya sebagai tenaga administrasi, seperti menangani administrasi kepegawaian, administrasi kesiswaan, dan administrasi perlengkapan.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan Putu Rumawan Salain, mengatakan bahwa keberadaan tenaga TU di sekolah sama pentingnya dengan guru. Karena kata dia, TU itu dipekerjakan bagi admistrasi semua bidang yang ditugaskan oleh kepala sekolah.

Dijelaskan Rumawan, tugas TU di sekolah itu meliputi, membantu proses belajar mengajar, urusan kesiswaan, kepegawaian, peralatan sekolah, urusan infrastuktur sekolah, keuangan, bekerja di laboratorium, perpustakaan dan hubungan masyarakat.

Meskipun sekolah telah memiliki TU, namun dinilai Rumawan untuk mutu dan kinerja pegawai TU sekolah masih rendah. Hal ini diakibatkan, masih banyak pegawai TU sekolah yang tidak memiliki kemampuan, kecakapan atau keahlian yang memadai untuk mengerjakan tugas-tugas di sekolah, dan minim akan ilmu mengoperasikan komputer dengan baik untuk urusan administrasi TU sekolah. Padahal hampir seluruh administrasi sekolah saat ini menggunakan komputer.

Baca Juga :  Pemkab Badung Gelar Upacara Ritual "Nangluk Merana"

‘’Karena TU bukan bidangnya maka kesemrautan kerja TU di sekolah terjadi, seperti pengarsipan surat yang tidak tertata rapi, surat masuk dan keluar sering hilang, data-data sekolah banyak yang tidak lengkap dan tidak ada, dan kalaupun ada banyak yang tidak up to date. Makanya saya katakan TU sekolah sama pentingnya dengan guru,’’ kata Rumawan. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :