Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Polisi Wanita yang lahir 69 tahun lalu telah berusia sangat matang. Peran serta Polisi wanita dalam menunjang pembangunan sangat dirasakan. Pelayanan pelayanan, penegak hukum, serta melakukan pencegahan terjadinya tindak criminal dilakoni srikandi srikandi di Institusi Kepolisian ini.

Sejarah kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.

Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan. Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka “Pendidikan Inspektur Polisi” bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang

Ke enam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Keenam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).

Baca Juga :  Bascomm Gelar Lokakarya Pariwisata Bali, Mendongkrak Pasar Australia dan Eropa

Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas polisi prianya. Kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan dewasa ini adalah tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri.

Hari ini, Jumat tanggal 18 Agustus 2017 Polisi Wanita Polres Badung menjalankan amanat Negara sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat dengan berpatroli bersepeda di wilayah Hukum Polres Badung.

Baca Juga :  IHGMA DPD Bali Resmi Luncurkan GM’s Lab!

Selain berpatroli, Srikandi di Kepolisian Resor Badung ini juga melakukan pengaturan arus Lalu Lintas, menyambangi pertokoan guna memberikan pesan pesan Kamtibmas. Tak Luput menjadi sasaran Patroli POlwan ini juga menyambangi obyek wisata di Wilayah kabupaten Badung seperti Pura Taman Ayun.

Pura taman Ayun merupakan Destinasi wisata yang sangat digandrungi para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Bangunan bangunan pura yang megah terkesan sangat sakral dengan keasrian alamnya menjadi daya tarik tersendiri para penikmat wisata.

Baca Juga :  Badung Semarakkan Hari Buruh Internasional dengan Jalan Santai dan Beragam Program

Tak jarang juga para wisatawan ini meminta untuk berfoto dengan Polisi Wanita ini. “ Semoga Polisi wanita Indonesia semakin jaya”, Itulah yang mereka sampaikan yang menjadi motivasi tersendiri memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. (guz/humas-polres.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News