Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Pengelukatan massal banyu pinaruh dan baruna astawa di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, berlangsung khidmat, Minggu (20/8/2017). Usai ritual tersebut, dilanjutkan dengan acara pelepasan tukik di pantai tersebut.

Acara tersebut diprakarsai Paiketan Daksa Dharma Sadhu (PDDS), diikuti sekitar 2.000 orang, terdiri atas siswa dan masyarakat. Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya pun turut hadir bersama sejumlah anggota DPRD Tabanan. Kadis Perikanan Tabanan I Made Subagia, Camat Tabanan Putu Arya Suta, serta tokoh masyarakat setempat.

“Kegiatan banyu pinaruh bukan hanya sebagai wacana di sekolah, namun generasi muda harus memahami makna Saraswati dan banyu pinaruh itu sesuai hakikat dan mempraktikkan. Kita bersama-sama melakukan pembersihan diri, bersihkan hati dan pikiran, dekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lakukan yadnya dengan baik, baik secara individu ataupun massal,” ujar Sanjaya.

Selanjutnya, Sanjaya juga ikut melepasliarkan 372 ekor tukik, sekaligus sebagai rangkaian memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI. “Ini adalah salah satu upaya pelestarian alam dan lingkungan, serta upaya pelepasan tukik kembali ke habitatnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 3100 Lulusan Unpad Akan Ikuti Prosesi Wisuda

Sementara Ketua Panitia I Made Astawa mengatakan, penyelenggaraan kegiatan banyu pinaruh di Pantai Yeh Gangga adalah kelima kalinya. Upacara pengelukatan banyu pinaruh massal dan baruna astawa tersebut di-puput lima sulinggih. Antara lain Ida Pandita Empu Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Utu, Penebel, Ida Pandita Empu Trinata Daksa Manuaba dari Geria Kukuh, Kerambitan, Ida Pandita Empu Dwi Darma Daksa Manuaba Geria Mandung, Kerambitan, Ida Pandita Empu Sadhu Eka Jaya Parteka Dukuh Prabu dari Geria Gadungan, Selemadeg Timur, dan Ida Pandita Empu Siwa Putra Parama Manik Kusuma Manuaba dari Geria Baturiti, Kerambitan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :