Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menggelar Bimbingan Teknis Smart City guna mensukseskan ‘Gerakan menuju 100 Smart City’.  Bimtek ini dibuka langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja di ruang pertemuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rabu (30/8/2017).

Turut hadir pembimbing Penyusunan Master plan Gerakan menuju 100 Smart City, Ir. Dana Indra Sensuse, M.LIS, Ph.D yang juga merupakan Dosen Universitas Indonesia dan dosen pendamping dari UNUD Dr. I Nyoman Putra Sastra, ST. MT.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan Bimtek Smart City ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung didalam mengembangkan sistem Smart City di kabupaten Badung, dimana sebelumnya telah dilaksanakan Bimtek pertama yang dilaksanakaan di ruang pertemuan Bappeda beberapa waktu yang lalu dengan menghasilkan buku pertama tentang Analisis Strategis Smart City Daerah.

“Untuk hari ini dilaksanakan Bimtek ke dua yang bertujuan merumuskan masterplan Smart City Badung. Sehingga tahun ini diharapkan dapat melahirkan quik win di Badung yang menjadi ikon didalam penerapan smart city yakni Pariwisata. Selain aplikasi di bidang pariwisata , tahun ini kami juga telah menyiapkan beberapa aplikasi pendukung smart city yang bisa di louncing saat ulang tahun Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Charity Dinner yang Memukau dengan Sajian Top Chefs, DJ, dan Fire Dance

Lebih lanjut dikatakan Tagline Badung untuk Smart City badung yang saat ini sedang dibahas dan diusulkan  oleh  tim Smart City Dinas Komunikasi dan Informatika adalah KIDUNG.

“KIDUNG ini merupakan  kepanjangan dari Komunikasi Informasi Badung. Tetapi jika dilihat dari kata KIDUNG ini merupakan nyanyian suci yang bisa membawa kedamaian. Jadi dengan tagline KIDUNG ini diharapkan bisa membawa kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Badung,” tambahnya.

Sementara itu Ir. Dana Indra Sensuse, M.LIS, Ph.D mengatakan pada tahun 2017 ini ada sekitar 70 kabupaten/ kota mengajukan diri sebagai salah satu dari 100 kota smartcity. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kominfo, Kalangan praktisi TI, akademisi dan peneliti ternyata yang bisa memenuhi sebanyak 25 kabupaten/kota salah satunya adalah Kabupaten Badung.

“Kriteria yang kita evaluasi adalah 3 pilar yakni struktur tercakup didalamnya adalah kesiapan SDM, kemampuan birokrasi dan kemampuan anggaran daerah untuk mendukung smart city. Pilar ke 2 adalah infrastruktur yang terdiri dari kesiapan infrastruktur fisik, TIK dan sosial dan pilar yang terakhir adalah super struktur yakni regulasi, kelembagaan dan pelaksana dan  Kabupaten Badung bisa memenuhi ketiga pilar ini sehingga Badung masuk dalam 100 kota menuju smartcity. Yang penting dalam pelaksanaan smartcity ini adalah bisa mengubah mindset pegawai untuk menuju teknologi informasi  sehingga dengan smartcity ini kita dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Badung,” paparnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News