Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Kabupaten Badung masuk dalam 25 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai role model implementasi program gerakan menuju 100 smart city di Indonesia. Hal tersebut terungkap pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City, di Ruang Teratai, Kantor Bappeda, Puspem Badung, Selasa (25/7/2017).

Bimtek dibuka Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, dengan menghadirkan Tim Pembimbing Smart City Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dana Indrasensuse. Bimtek ini diselenggarakan Dinas Kominfo Badung dan diikuti Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Badung.

Kadis Kominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja melaporkan, mengenai program smart city di Badung, diawali pada APBD Perubahan tahun 2016 dimana Pemkab Badung bekerjasama dengan Unud telah menyusun masterplan penerapan Teknologi Informasi (TI) dan Komunikasi. Dalam masterplan ini tertuang konsep dan rencana pembangunan TI dan Komunikasi Pemkab Badung.

Awal 2017 membentuk tim Developer smart city untuk memulai pembangunan sistem smart city. Awal Mei yang lalu Kemkominfo mengadakan assessment penerapan smart city terhadap 100 kabupaten/kota di Indonesia. Hasilnya Badung termasuk dalam 25 Kabupaten/Kota role model penerapan smart city di Indonesia.

Baca Juga :  Panji Astika Bersama Yayasan RCY Kunjungi Penyandang Disabilitas

Ditambahkan, pada 22 Mei 2017 dilaksanakan penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo dengan Pemkab Badung tentang implementasi Gerakan Menuju 100 smart city yang meliputi; Bimtek penyusunan masterplan smart city, pertukaran data dan legal software menggunakam free and open source softwere (FOSS), sosialisasi dan focus group discussion gerakan menuju 100 smart city, integrasi data antar perangkat daerah serta pelatihan UKM untuk penggunaan sistem elektronik khususnya pemasaran secara digital (UKM GO-DIGITAL).

Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, sementara Bimtek penyusunan masterplan smart city akan dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali yaitu bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Selanjutnya bulan Nopember dilaksanakan presentasi penyampaian progress perkembangan smart city di Kemkomifo.

Baca Juga :  Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin Segera Bentuk Sekolah Bidang Ilmu Strategis

Sementara itu Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan berbicara tentang e-goverment tidak cukup dengan membangun sistem/aplikasi, namun harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. Langkah yang diambil Dinas Kominfo Badung ini sudah sangat tepat, karena dengan membangun aplikasi sesuai RPJMD Badung sudah jelas bahwa dalam tata kelola pemerintahan badung kedepan harus berbasis teknologi informasi.

“Langkah ini sangat tepat, kami akan terus dorong dan benar-benar ditindaklanjuti menuju Badung smart city,” jelasnya.

Melalui smart city ini semua informasi dan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dari pemerintah kabupaten badung dapat diakses oleh masyarakat. Penerapan aplikasi program smart city ini juga sebagai imlementasi program Presiden RI Joko Widodo.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Gelar Seminar “Budaya Keamanan Informasi"

“Untuk itu kedepan kita harus berpikir cerdas, cepat, dan transparan,” tambahnya.

Guna mewujudkan kota pintar di Badung, dimasing-masing Perangkat Daerah telah membuat aplikasi guna mempercepat informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan aplikasi tersebut dapat berintegrasi dengan aplikasi terpusat yang dibangun Dinas Kominfo.

“Kedepan kami pastikan pelayanan publik di Badung berbasis teknologi informasi sehingga percepatan dan transparansi akan muncul. Ini yang ingin kita wujudkan di Badung,” terangnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :