Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bergerak dari pengalaman lomba layang-layang yang selama ini telah dilaksankan sering menimbulkan keluhan masyarakat terutama kemacetan lalu lintas. Untuk itu Desa Sanur yang menggelar lomba layang-layang memadukan dengan teknologi yang berbasis layangan knockdown.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia lomba layang-layang Kadek Suprapta Meranggi ditemui usai beraudensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (12/6/2017) di Gedung Sewaka Dharma.

“Lomba yang kami selenggarakan sekarang ini memadukan teknologi, mulai dari pendaftaran sampai pada layang-layang yang dibuat harus knockdown,” ujarnya.

Dengan demikian diharapkan dapat menghindari kemacetan yang ditumbulkan. Hal ini juga untuk menghilangkan kesan lomba layang-layang tidak selalu menimbulkan kemacetan.

Disamping itu untuk lomba layang-layang yang dilaksankan dari tanggal 22-23 Juli mendatang juga harus rama lingkungan. Terutama turut menjaga kebersihan dilingkungan lomba yang akan dilaksanakan.

Untuk itu pihaknya menggandeng LSM Malu Dong untuk turut melakukan sosialisasi dalam menjaga kebersihan di tempat lomba. Dalam penilian lomba layang-layang kali ini tidak hanya menilai layang-layang itu sendiri tetapi juga menilai kebersihan setiap peserta apakah peduli terhadap lingkungan atau tidak. Hal ini akan mempengaruhi sekali terhadap penilaian yang dilakukan.

Baca Juga :  SSB Jima Patut Diperhitungkan

“Kita harus mulai dari diri sendiri untuk turut menjaga kebersihan lingkungan sehingga lingkungan yang ada tetap bersih,” harapnya.

Lerlebih lagi peserta lomba layang-layang tiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan untuk tahun ini diperkirakan mencapai 1800 peserta. Ini merupakan jumlah yang sangat besar peran serta mereka untuk menjaga lingkungan terutama mewujudkan lingkungan bersih.

Disamping itu Kadek Suprapta menjelaskan lomba layang-layang yang dilaksankan juga sebagai ajang atraksi pariwisata. Mengingat setiap pelaksanaan lomba layang-layang banyak wisatawan menyaksikannya dan bahkan mereka merasa kagum terhadap lomba layang-layang tersebut. Lomba layang-layang ini merupakan salah satu event besar yang sangat menarik karena memiliki keunikan budaya yang sama seperti Festival Kesenian Bali. Karena dalam lomba layang-layang yang dilaksanakan menampilkan berbagai jenis layang-layang.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Samudra Butun-Butun Seminyak Kuta

“Lomba layang-layang yang dilaksanakan merupakan even besar sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan,” ujarnya.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik terhadap lomba layang yang akan dilaksanakan bula Juli ini. Ia berharapa lomba layang yang telah menjadi event tahunan  selain sebagai atraksi pariwisata juga menjadi pelestarian budaya.

“Kami harapkan lomba layang-layang yang dilaksanakan menjadi salah satu atraksi wisata yang telah ada selama ini,” ujarnya.

Namun demikian Rai Mantra menekankan pada panitia untuk turut menjaga lingkungan terutama kebersihan. Mengingat dalam lomba layang-layang tersebut melibatkan banyak peserta tentu akan membawa dampak terhadap kebersihan.

Baca Juga :  Lembaga PAUD dan PKBM Wajib Terakreditasi

Untuk itu Rai Mantra sangat setuju bila panitia melibatkan semua LSM yang peduli terhadap lingkungan melakukan sosialisasi kebersihan terhadap para peserta. (gst/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :