Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi melaunching sekaligus menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2017 di Kabupaten Badung, bertempat di Wantilan Desa Adat Sangeh, Selasa (13/6/2017).

PKH ini merupakan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu. Untuk di Badung PKH tahun ini diterima sebanyak 2.960 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masing-masing mendapat 500 ribu per triwulan, dengan total dana sebesar 5,9 M lebih. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua DWP Ny. Nesya Yoga Segara, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan BNI 46 Wilayah Bali Nusra, Perwakilan Bank Indonesia dan OJK, Camat Abiansemal serta Perbekel se-Abiansemal.

Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih atas program Bapak Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sosial ini. Terima kasih pula disampaikan kepada Bank BNI, BI dan OJK yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Menurut Bupati PKH melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kedepan diharapkan dapat bersinergi dengan program Pemkab Badung.

Baca Juga :  Perjuangan Atlet Indonesia Di Asian Games 2018

“Ini menjadi PR bagi Dinas Sosial, program pusat ini harus sherring dengan program Pemkab Badung sehingga kedepan masyarakat penerima manfaat tidak hanya menerima 500 ribu per triwulan, namun dapat menerima bantuan lebih besar. Selain itu untuk pencairan dana melalui ATM, kami harapkan disetiap desa dapat ditempatkan Mesin ATM sehingga masyarakat lebih mudah mencairkan dana dan tidak perlu ngantre,” harapnya.

Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Badung telah banyak mengeluarkan program kegiatan yang arahnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khusus di bidang sosial, setiap tahun telah dilaksanakan program bedah rumah, dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif maupun Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

“Untuk bedah rumah kami bantu sebesar 55 juta, rehab berat 30 juta dan rehab ringan 15 juta, kami harapkan program bedah rumah tuntas di tahun 2018 nanti,” tegasnya.

Selain itu, Dinas terkait agar mendata keluarga kurang sejahtera di Badung, dimana salah satu anak dari keluarga itu akan dibiayai sekolah hingga tamat Sarjana S2, setelah lulus akan dijadikan pegawai di Pemkab Badung.

Baca Juga :  Bali United Agendakan Uji Coba Kontra Timnas Indonesia U-22

“Anak ini nanti akan mengenyam pendidikan yang mumpuni sehingga menjadi tulang pungung keluarga, dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Kadis Sosial Badung I Ketut Sudarsana melaporkan PKH merupakan program prioritas nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan, pemberdayaan sosial nasional.

Program ini bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan sampai 8 persen serta jangka panjang penurunan kesenjangan pendapatan (gini rasio). PKH menyasar keluarga miskin dengan prioritas empat sasaran yaitu ibu hamil, anak sekolah, disabilitas berat dan lansia diatas 70 tahun.

Ditambahkan, untuk di Badung penyaluran PKH diberikan kepada sebanyak 2.960 KPM terdiri dari di Kecamatan Abiansemal sebanyak 1.140 KPM, Petang 743 KPM, Mengwi 780 KPM, Kuta Utara 108 KPM, Kuta 97 KPM dan Kuta Selatan 92 KPM.

“Penyaluran dana ini akan dilaksanakan selama 3 hari hingga 15 Juni ini,” katanya.

Bantuan sosial non tunai ini sebesar 5,9 M lebih selama satu tahun, untuk empat kali pencairan. Selain itu Mensos juga memberi bantuan sosial bagi lansia sebesar 225 juta, bantuan sosial disabilitas 171 juta untuk 57 orang, bantuan beras sejahtera sebesar 2,5 M lebih untuk 8.895 KK dalam waktu satu tahun.

Baca Juga :  Wajib Beladiri, Personil Antusias Lakukan Latihan

Sementara Pimpinan Wilayah BNI 46 Bali-Nusra I Putu Bagus Kresna mengatakan, BNI sebagai penyalur bantuan sosial non tunai di Bali, untuk tahun 2017 akan menyalurkan bansos ini di tiga daerah yakni Badung, Gianyar dan Tabanan.

Penyaluran bansos ini dilakukan menggunakan sistem perbankan dengan Kartu Keluarga Sejahtera yang juga berfungsi sebagai kartu ATM. Dengan sistem ini bantuan akan langsung disalurkan ke rekening KPM. Bantuan ini dapat digunakan oleh penerima untuk membeli kebutuhan sehari-hari, membayar kebutuhan anak sekolah atau tetap disimpan di tabungan dan digunakan sesuai kebutuhan.

“Atas nama keluarga besar BNI 46 kami haturkan terima kasih kepada Pemkab dan masyarakat Badung atas kerjasama yang telah dilakukan sehingga penyaluran bansos non tunai ini berlangsung lancar,” jelasnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :