Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai daerah tujuan pariwisata, Kabupaten Badung harus tetap terjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanannya. Terkait dengan kebersihan, Pemkab Badung berkomitmen untuk mewujudkan penanganan sampah terpadu di masing-masing Desa/Kelurahan.

“Kami berkeinginan di masing-masing Desa dan Kelurahan di Badung terdapat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga kebersihan dan keasrian badung sebagai daerah tujuan wisata tetap terjaga, ” kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat bertatap muka dengan krama Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh terkait rencana pembangunan TPST di Benehkawan, Minggu (7/5/2017) malam lalu.

Tatap muka yang dikemas dalam paruman banjar tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung asal Benehkawan I Gst. Ngr. Shaskara, Camat Abiansemal Putu Ngr. Thomas Yuniarta, Perbekel Blahkiuh Gusti Made Oka, Bendesa Adat Blahkiuh Ida Bagus Bajra, anggota BPD, Sukerta Desa Blahkiuh, prejuru banjar dan krama banjar Benehkawan.

Dalam paruman tersebut Perbekel Desa Blahkiuh Gusti Made Oka menyampaikan, sampah memang menjadi permasalahan di Blahkiuh.Setelah tempat pembuangan sampah yang berlokasi di perbatasan Blahkiuh-Punggul ditutup, praktis Blahkiuh tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sehingga harus mengirim sampah ke TPA Suwung.

Baca Juga :  Di KTT COP27 PLN Paparkan Strategi Pembiayaan Wujudkan Transisi Energi di Indonesia

Pentingnya TPST ini karena di Blahkuh terdapat pasar tradisional sebagai penghasil sampah, selain itu pekarangan belakang (tebe) dari masyarakat sudah berkurang. Disampaikan, untuk rencana pembangunan TPST, bahwa krama Banjar Benehkawan sudah menyetujui untuk memberikan sebagian lahan Subak Abian Tegal Sari yang saat ini kurang produktif milik krama Benehkawan untuk dijadikan TPST.

“Untuk itu kami mohon petunjuk kepada bapak bupati, untuk proses selanjutnya, ” katanya.

Sementara itu Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung rencana pembangunan TPST di Blahkiuh. Giri Prasta  menginginkan Desa Blahkiuh sebagai kota kecamatan abiansemal mempunyai sebuah tempat pengolahan sampah yang mampu mengolah dan memilah sampah khususnya yang ada di Desa Blahkiuh sendiri.

Bupati juga mengapresiasi krama Benehkawan yang sudah menyiapkan lahan untuk TPST. Sebelum pembangunan, pihaknya akan turun kelapangan untuk mengecek lokasi lahan tersebut, bila memang tidak ada permasalahan, Pemkab akan siap membangun TPST yang dilengkapi alat penyacah sampah organik. Pemerintah juga siap menggaji pegawai TPST dan diprioritaskan dari warga Blahkiuh.

TPST ini bukan tempat pembuangan maupun penimbunan sampah, namun sebagai tempat pemilahan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah plastik dan logam akan dibawa ke bank sampah, sementara sampah organik akan dikumpulkan dan dicacah, selanjutnya dikirim ke Sobangan dijadikan pupuk organik untuk petani badung.

Baca Juga :  Importasi Bibit Gemitir Wajib Masuk Balai Karantina Pertanian

“Kami ingin konsep bagaimana sampah itu mampu diubah menjadi rupiah dan berkah,” jelasnya.

Dalam paruman tersebut juga terdapat masukan untuk tukar guling lahan milik Banjar Benehkawan yang akan dipakai TPST dengan laba milik Desa Adat Blahkiuh. Untuk itu dalam waktu dekat akan kembali diadakan rapat di Desa, sehingga rencana ini dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi permasalahan dikemudian hari. Dalam rapat nanti, pihak Desa Blahkiuh kembali memohon kehadiran Bapak Bupati. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :