BALIPORTALNEWS.COM – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengecam tindakan represif aparat negara terhadap aktivis KAMMI yang melakukan melakukan unjuk rasa kemarin (24/5/2017) di depan Gedung Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Tindakan tersebut juga dinilai berbagai kalangan mencederai hak demokrasi yang ada disetiap warga negara Indonesia.

“Setiap orang maupun kelompok sudah dijamin hak demokrasinya di negeri ini, aktivis KAMMI sebagian dari bangsa mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi mereka” ungkap Putu Wiratnaya yang merupakan Presidium Pimpinan Pusat KMHDI.

Putu Wiratnaya menambahkan, tindakan represif yang dilakukan aparat negara dalam kegiatan aksi dapat memicu terciptanya dua spekulasi negatif salah satunya kepada pemerintah.

Baca Juga :  KMHDI Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

“Mudah saja masyarakat menilai pemerintah antikritik meskipun hal tersebut murni dilakukan oleh oknum aparat, atau yang kedua tindakan tersebut adalah approval dari pemerintah untuk membungkam para aktivis. Namun apapun spekulasi yang dibangun, tindakan kekerasan kepada aktivis adalah tidak benar” sambungnya.

Mengingat kondisi bangsa yang akhir-akhir ini telah banyak mendapat ujian, baiknya setiap komponen masyarakat saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak memicu perpecahan dan menjamin setiap warga negara mendapatkan perlindungan yang baik.

“Indonesia pada kondisi ini seharusnya sudah dewasa aksi, tidak etis lagi tindakan kekerasan dalam sebuah aspirasi. Dalam demo atau aksi, pemerintah adalah pemerhati pesan yang disampaikan oleh masa aksi sedangkan aparat hanya bertindak sebagai penajaga keamanan. Semua saling menguatkan,” tutupnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :