Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Seribu orang yang tergabung dalam massa Pasubayan Desa Adat atau Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa dan Sekaa Teruna Teruni (STT) dari beberapa kabupaten di Bali, memadati

simpang McD Sanur, Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (7/5/2017).

Massa berunjuk rasa damai, menuntut penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, diisi mengarak ogoh-ogoh dari Wantilan Desa Adat Intaran menuju simpang McD Sanur.

Orasi disampaikan secara bergiliran oleh perwakilan dari STT, Bendesa Adat Intaran AA. Kompyang Raka, Koordinator Pasubayan Desa Adat atau Pakraman Bali I Wayan Swarsa dan Koordinator ForBali I Wayan Suardana alias Gendo.

Baca Juga :  Kepala BSN Apresiasi Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM

Mereka menyatakan, pada intinya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dan menuntut pencabutan Perpres No. 51 Tahun 2014, demi menjaga keseimbangan dan menjaga leluhur tanah Bali dari adanya upaya investor rakus yang ingin merusak alam Bali.

Polda Bali menurunkan satu kompi Dalmas dan Brimob untuk mem-back up Polresta Denpasar. Pasukan Dalmas dengan mengenakan seragam lengkap dipimpin langsung Kasi Pasdal Direktorat Sabhara Polda Bali Kompol I Nyoman Suarnata.

“Kami turun dengan berseragam lengkap di-back up oleh Detasemen A Sat. Brimob Polda Bali, untuk  mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan berkembang ketindakan anarkis. Namun, usai melaksanakan orasi, peserta unjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali karena sudah tertib saat berunjuk rasa,” ujar Kasi Pasdal Direktorat Sabhara Polda Bali Kompol I Nyoman Suarnata. (humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :