Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi semangat dan komitmen Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam ‘memerangi’ paham-paham yang bertentangan dengan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Apel Kebangsaan GP Ansor dan Banser 2017  bertema ‘Bersama menjaga Bali demi Keutuhan dan Kejayaan NKRI’ di Lapangan Lumintang, Denpasar, Minggu (14/5/2017). Hadir dalam kegiatan tersebut pihak dari Pemprov Bali, Kodam IX/Udayana, Polda Bali, dan PWNU Bali.

Bupati Giri Prasta menilai GP Ansor dan Banser sangat sigap dalam bertindak ketika ada rongrongan terhadap keutuhan negara. “Saya merasa bangga. Ketika ada rongrongan terhadap Pancasila dan NKRI, GP Ansor dan Banser tampil di depan,” ujarnya. Rongrongan yang dimaksud Giri Prasta adalah paham-paham yang anti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bahkan, kata Giri Prasta, apel yang mengambil momentum harlah (hari lahir) GP Ansor ke-83 tersebut membuktikan GP Ansor sudah lebih tua dari usia HUT RI yang pada tahun ini baru ke-72. “Artinya bahwa GP Ansor ikut berjuang dalam memerdekakan Indonesia. Oleh karena itu, semangat perjuangan ini perlu dijaga untuk mempertahankan NKRI,” tegasnya.

Berkenaan dengan hal itu, lanjut Bupati asal Pelaga tersebut, GP Ansor dan Banser di Bali, khususnya di Kabupaten Badung diminta untuk tetap bersinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri.

Selain itu, GP Ansor dan Banser juga diharapkan bekerja sama dengan ‘benteng’ masyarakat Bali, yakni Pacalang dalam menjaga keamanan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasayarakat. Pun Giri Prasta menyatakan pihaknya sangat berkomitmen terhadap kesejahteraan umat Islam di Bali, khususnya di Badung. Karena penduduk Badung dan Bali juga tidak bisa lepas dari pluralisme, baik suku, agama, dan budaya.

Baca Juga :  Dosen FTP Unud Menjadi Juri pada Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Bali

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membantu saudara-saudara umat Islam, khususnya di Badung, serta di tataran provinsi maupun kabupaten lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasat Kornas) Banser, H. Alfa Isnaeni menyatakan pihaknya akan setia membela Pancasila dan mempertahankan NKRI.

“Belajar dari sejarah, Pancasila adalah kesepakatan banyak pihak. Kalau ada pihak yang ingin mengotak-atik Pancasila, perlu dipertanyakan pengetahuannya tentang sejarah,” ujarnya selaku pimpinan apel.

Berkaitan dengan hal itu, adanya organisasi yang belakangan bertentangan dengan Pancasila, harus dibubarkan. Salah satunya adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin menegakkan ideologi khilafah. Namun ia menilai sejauh ini pernyataan pemerintah untuk membubarkan HTI hanya bersifat politis, karena belum ada aturan klausulnya.

Baca Juga :  Mengantisipasi Sikap Primordial Dalam Masyarakat

“GP Ansor dan banser siap membubarkan HTI. Kami tidak hanya menuntut pembubaran, tapi juga pelarangan paham HTI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Amron Sudarmanto selaku Ketua GP Ansor Wilayah Bali. Bahkan dalam kesempatan tersebut pihaknya bersama Kasat Korwil Banser Bali dan Ketua PC GP Ansor se-Bali membuat pernyataan sikap yang pada intinya memuat lima poin.

Poin tersebut adalah pertama, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, menolak segala bentuk gagasan dan paham khilafah yang membahayakan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1946, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Kembali Gelar Sosialisasi SiDarling

Ketiga, menginstruksikan kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser di Bali untuk bekerjasama dengan pemerintah, TNI, dan Polri guna menghalau kegiatan yang menyebarkan propaganda khilafah.

Empat, mendorong pemerintah membekukan dan membekukan ormas-ormas yang berpotensi memcah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sedangkan yang kelima adalah mengajak seluruh pengikut ormas yang mengusung khilafah untuk kembali ke ajaran Islam yang Ahlussunnah Waljama’ah yanhs sesuai dengan bingkai NKRI.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga diangkat sebagai anggota kehormatan GP Ansor dan Banser Bali melalui pemakaian jaket kehormatan. Sementara Giri Prasta memberikan bantuan dana untuk penyelenggaraan kegiatan apel sebesar Rp 50 juta. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :