Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengadakan Dharma Shanti Nyepi Caka 1939, di halaman depan Rumah Dinas Bupati Tabanan, Senin (29/5/2017). Acara tersebut bertema persaudaraan.

Hadiri sejumlah tokoh masyarakat dalam acara tersebut. Di antaranya Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. IGN Sudiana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Tabanan, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta pimpinan umat beragama se-Kabupaten Tabanan.

“Semua pesan moral, spiritual, dan kebijakan perayaan hari raya Nyepi, pada hakikatnya masih relevan pada era kekinian. Penyegaran, pencerahan bagi umat Hindu sangatlah penting dalam upaya terus menjunjung tinggi kedamaian, ketenteraman toleransi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Eka.

Kabupaten Tabanan sebagai daerah yang berpenduduk heterogen, dengan latar belakang berbagai khultur, suku, dan agama, katanya, hendaklah mempererat persaudaraan dan kekeluargaan. “Sebuah ikatan yang sangat penting, tidak hanya bagi kalangan umat Hindu, tetapi juga bagi sesama umat beragama lainnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Perjuangan Pebalap Astra Honda Hadapi Kualifikasi Terakhir CEV 2019

Persaudaraan yang menjadi bagian dari tema dharma santhi perayaan hari raya Nyepi kali ini, patut dijadikan spirit dalam kehidupan bermasyarakat, di tengah situasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang mengalami gejolak intoleransi.

“Nilai-nilai persaudaraan yang bersifat universal harus berjalan seiring dengan budaya dan kearifan lokal. Berpadunya hal itu akan menguatkan tali persaudaraan yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan identitas, serta senantiasa patuh dan tunduk kepada pranata hukum atau rule of law,” ujarnya.

Bupati Eka juga mengajak umat Hindu beserta segenap elemen masyarakat untuk terus menguatkan tali persaudaraan, saling menghormati, saling menghargai, serta menjauhkan sifat-sifat yang mengarah saling menghujat dan menjatuhkan. Bangun pondasi dan suasana santun yang teduh dan damai.

Sementara Ketua PHDI Provinsi Bali menekankan makna Nyepi adalah hening dan sepi. “Barang siapa yang mampu berdamai dengan keheningan, maka akan berdamai dengan dirinya sendiri, berdamai dengan orang lain. Hidup akan lebih menjadi bersaudara,” ujar Sudiana.

Selain diisi dengan acara ramah-tamah, dharma shanti juga diwarnai dengan penyerahan punia dari Bupati Eka kepada sebelas sulinggih, yang diwakili utusan PHDI Kabupaten Tabanan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :