Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Kelompok musik Anak Angin akhirnya meluncurkan album perdana yang dikemas dalam tajuk “Jiwa Merdeka”. Album perdana itu merupakan kumpulan karya kelompok musik besutan I Ketut “Boping” Suryadi, seniman multitalenta yang juga politisi di Tabanan.

Format musik yang terdiri dari Boping (vokal), Teddy Irawan (keyboard, gitar, dan vokal latar), Iwan Andrean (gitar), Anang Rachman (bass dan vokal latar), serta Dean Andreana Hakim (drum), meluncurkan album mereka yang dibalut diskusi dan acara syukuran, Jumat (19/5/2017).

Sejumlah musisi yang ikut terlibat dalam proses penggarapan album itu juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya pimpinan kelompok musik Sirkus Barok, Sawung Jabo. Ada juga musisi Ayu Weda beserta sejumlah alumni kemah budaya. Tak ketinggalan juga dihadiri pengamat musik Bens Leo.

Di album “Jiwa Merdeka” berisi sepuluh lagu. Antara lain Rimba Asing; Calo Jalur Tikus; Gumi Brara Brere; Debu Berkabut; Bercerminlah; Egaliter; Angin Menyambar;Padamu Negeri; Berikan Cinta yang Tersisa; dan Menjadi Matahari.

Dalam sesi diskusi, Bens Leo menyebut pribadi Boping sebagai marwah musik di ranah politik. Memadukan kemampuan berkesenian dengan dunia politik. “Sebuah upaya untuk menyantunkan politik yang selama ini kental dengan intrik. Kesimpulan ini telah dia tuangkan dalam sebuah artikel di salah satu majalah,” ujar Bens.

Soal genre musik yang diusung Anak Angin, Sawung Jabo, malah cenderung tidak tertarik untuk mengelompokkan sebuah karya musik ke dalam satu genre. “Saya tidak tertarik mengelompokkan musik apa. Saya ibaratkan, ini perahu kreatif yang berlayar di samudera luas. Terserah yang dengar, mau menyebutnya musik apa. Kalau saya pribadi, ini musik yang bagus. Itu saja sudah cukup,” tukasnya.

Baca Juga :  Titik Langganan Banjir Desa Pengambengan Mulai Berkurang

Sementara Boping mengaku tergerak untuk aktif berkesenian, sekalipun saat ini tengah berada di jalur politik. Yang membuatnya intens berkesenian adalah kegelisahannya mengenai kondisi peradaban kebudayaan, seperti yang telah diungkapkan penyair WS Rendra.

“Saya tidak peduli, apakah langkah saya besok akan top sebagai musisi atau tidak. Saya tidak peduli. Yang penting saya berbuat dan berkarya untuk masyarakat, sekecil ruang yang saya tempati. Virus itu juga ditularkan oleh Mas Jabo,” tukas Boping. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :