Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – SMPN 8 Denpasar kini memiliki tari kebesaran. Tari kebesaran yang diberi nama “Padma Kusuma” diluncurkan saat perayaan HUT ke-40 SMPN 8 Denpasar, Sabtu (1/4/2017).

Tari Padma Kusuma adalah ide kreatif Kasek Wayan Murah. Tari kebesaran “Padma Kusuma” ini sejalan dengan visi SMPN 8 Denpasar berkarakter, bermutu, berwawasan budaya dan lingkungan. Sekolah yang berada ditengah-tengah suasana magis spritual ini juga menjadikan meduri putih sebagai maskot sekolah.

Saat itu juga diluncurkan hymne dan mars SMPN 8 Denpasar. Puncak HUT juga dimeriahkan bondres yang dibawakan siswa serta penyerahkan hadiah kepada siswa SD pemenang Oliampiade MIPA tingkat SD se-Kecamatan Denpasar Timur.

Puncak HUT yang dihadiri Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Baca Juga :  Mayday: PP KMHDI Menilai Ekonomi Digital Mengancam Buruh Indonesia

Wayan Murah mengungkapkan, HUT kali ini sengaja digelar sederhana. Pihaknya mementingkan peningkatan karakter, etika, kualitas SDM, kepedulian sosial, cinta lingkungan dan cinta budaya. Semua fokus itu diungkapkan dalam bentuk beragam kegiatan internal melibatkan keluarga besar SMPN 8 Denpasar.

Saat itu, Wayan Murah juga menyampaikan sejarah sekolah berdiri tahun 1977 dengan nama SMP Sumerta. Ia mengatakan, SMPN 8 Denpasar berkomitmen melahirkan generasi muda yang berpikir jernih, selalu eksis serta berprestasi. Ini sesuai dengan motto “Eda Ngaden Awak Bisa” yang bermakna senantiasalah belajar (long fife education).

Di bawah kepemimpinan I Wayan Murah, sekolah ini telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan di antaranya, siswa meraih nominasi dan mendapat penghargaan melukis bertaraf internasional di Brasilia. Tim basket putri dipercaya mewakili Bali ke tingkat nasional. Sepuluh tahun terakhir, guru SMPN 8 Denpasar mampu menuai prestasi sebagai guru berprestasi baik di tingkat kota maupun provinsi.

Siswanya juga berhasil meraih peringkat II dan III nilai UN di Bali. Serta meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai sekolah berintegritas dalam penyelenggaraan UN. Pada Desember 2016, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI memberikan Penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

Wayan Murah didampingi Ketua Panitia, Dian Wahyuni, menambahkan, untuk cinta lingkungan, siswanya diajak membersihkan areal sekolah dan sekitar. Juga dilangsungkan jalan sehat serta aksi sosial dengan menyerahkan bantuan ke Panti Werda di Biaung, Kesiman, Denpasar.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., mengaku puas apa yang dilakukan SMPN 8 Denpasar beserta jajarannya. Sekolah ini memberi kontribusi besar bagi pencitraan pendidikan berkualitas di Denpasar.

Baca Juga :  GoStudy AS Siap Datangkan Mahasiswa Asing 

Sekolah yang menuju penilaian Adiwiyata Mandiri tingkat nasional ini diharapkan terus berkreasi dan terus berkarya melahirkan generasi muda harapan bangsa. Supartha mengingatkan jangan terlena dengan keberhasilan yang telah diraih, namun harus ditingkatkan.
Kuncinya, stakeholder sekolah harus melakoni pekerjaan dengan menyenangkan. Selanjutnya kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja iklas. Ketiga adalah fokus dan bertanggung jawab pada tugas, dan terakhir tak pernah mati inovasi dan kreasi. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :