BALIPORTALNEWS.COM – Beberapa saat lagi masyarakat Bali, khususnya umat Hindu akan melaksanakan pergantian tahun Caka 1938 ke Caka 1939. Pergantian itu ditandai dengan bulan gelap atau Tilem pada Sasih Kesanga pada tanggal 27 Maret yang merupakan pengujung Tahun Caka 1938, dan pada hari selasa 28 Maret merupakan awal sasih Kadasa Tahun Caka 1939. Setiap kali pergantian tahun Caka umat Hindu menyambutnya dengan rangkaian upacara Melasti, Tawur, Nyepi dan Ngembak Geni.

KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Melasti atau juga disebut ‘Melis’ merupakan prosesi upacara ‘Nyuciang Pratima’ ke Samudra (Pantai/Laut, Danau/Sungai) yang memiliki makna meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan implementasi mengikuti ajaran dharma, menghilangkan segala bentuk penderitaan masyarakat, menghilangkan penderitaan diri pribadi yang meliputi; Awidya (kegelapan bathin), Asmita (egoisme), Raja (pengumbaran nafsu), Dwesa (kebencian dan dendam) dan Abhiniwesa ( rasa takut menghadapi hidup), dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga :  Denpasar Kembali Salurkan Bantuan Kepada Pelaku Pariwisata yang di PHK

Setelah Melasti Umat Hindu melaksanakan upacara Tawur yang juga dikenal sebagai Tawur Kesanga atau Tawur Agung yang bermakna mensucikan Palemahan Keluarga, Banjar, Desa Pekraman, seluruh wilayah. Malamnya merupakan akhir dari Tahun caka 1938, sedangkan besoknya merupakan pelaksanaan hari suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun caka 1939.

Dalam pelaksanaan hari suci Nyepi ini, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yakni, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna hening agar kita bisa menata diri secara bathiniah dan lahiriah yang lebih baik guna mengarungi kehidupan masa depan. Pelaksanaan Catur Berata Penyepian ini diakhiri esok harinya dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti.

Baca Juga :  Petisi Bebaskan Tersangka Ngaben Sudaji, Persadha Nusantara Tuntut Keadilan Hukum

Beranjak dari makna inilah Walikota Denpasar IB. Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, Kamis (16/3/2017) mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk benar-benar melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi sebgai suatu Yadnya Suci guna terus meningkatkan sradha bhakti agar kita dapat melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk mewujudkan masyarakat Denpasar yang sejahtera dan bahagia.

Dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi ini Walikota Rai Mantra menghimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana. Sehingga kita dapat hidup harmonis dalam Kebhinekaan.

Baca Juga :  Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani Pemulangan 4.960 Pekerja Migran Indonesia

Terakhir Walikota dan Wakil Walikota Denpasar menyampaikan Selamat melaksanakan rangkaian upacaraHari Suci Nyepi serta selamat Tahun Baru Caka 1939 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya semoga kita selalu dapat melakukan seradha bakti sesuai dengan swadarma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. (humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :