BALIPORTALNEWS.COM – Upaya peningkatan daya saing sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan peneliti maupun institusi di luar negeri menjadi satu prioritas yang dilakukan Universitas Padjadjaran. Di bidang kesehatan misalnya, penanganan terhadap penyakit infeksi dan onkologi serta pemanfaatan sumber daya alami sebagai terapi herbal merupakan fokus peneltian yang telah tercantum di dalam rencana strategis penelitian Unpad. Hal ini sejalan dengan permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia.

Sebagai upaya dalam mewujudkan hal di atas, Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Kuliah Umum dan Dialog Publik oleh Prof. Dr. Peter Agre selaku Pemenang Nobel Kimia Tahun 2003, Rabu, 22 Maret 2017, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Pukul 14.00 – 16.00 WIB. Kuliah Umum tersebut mengangkat topik “Opening Doors Worldwide Through Medical Science”.

Prof. Peter Agre lahir di Northfield, Minnesota, AS pada 30 Januari 1949 (usia 68 tahun), merupakan dokter dan ahli biologi molekuler. Saat ini beliau seorang Professor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHSPH) dan Johns Hopkins School of Medicine (JHSM), serta menjadi direktur dari Johns Hopkins Malaria Research Institute (JHMRI).

Baca Juga :  Dengan Konsep Baru, Astra Motor Bali Buka Pendaftaran Karya Ilmiah AHM Best Student 2020

Pada tahun 2003, Prof. Agre dan Roderick MacKinnon mendapat Hadiah Nobel pada bidang Kimia untuk penemuan terkait channel pada membran sel. Prof. Agre dikenal atas temuannya yaitu channel air “aquaporin”. Aquaporin merupakan protein channel air yang memindahkan molekul air melalui membran sel. Pada tahun 2009 Agre menjadi presiden terpilih American Association for the Advancement of Science (AAAS) dan aktif dalam diplomasi ilmu pengetahuan.

Hadiah Nobel merupakan penghargaan tertinggi internasional kepada individu yang memiliki reputasi di bidang keilmuan, baik pada segi akademis, ilmu pengetahuan, maupun budaya. Hadiah diberikan oleh Lembaga Nobel yang bermarkas di Swedia. Nobel yang diterima Profesor Agre membuktikan kontribusinya yang sangat besar sebagai seorang ilmuwan pada dunia.

Baca Juga :  Ketersediaan Jaringan Jadi Kendala Belajar Daring di DIY

Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., MSi., Sp.F., DFM, mengatakan, kehadiran Prof Agre memiliki peran strategis di dalam peningkatan riset, khususnya di bidang kesehatan. Hal ini tidak lepas dari kepakaran Prof Agre sebagai seorang dokter di bidang infeksi sekaligus peneliti kelas dunia.

“Hal ini dapat mendorong minat para peneliti-peneliti muda untuk berkiprah di bidang penelitian yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Terlebih lagi, Prof Agre juga merupakan peneliti yang terlibat aktif pada pengembangan kapasitas riset di negara-negara berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan peran aktif Prof Agre mengunjungi fasilitas riset di berbagai negara seperti korea utara dan Kuba,” ujar Dr. Yoni.

Baca Juga :  UGM Berdayakan Kelompok Wanita Tani di Bantul

Pada akhirnya, kunjungan Prof Agre memperkuat komitmen Unpad dengan pemerintah daerah Jawa Barat di dalam penyelesaian masalah kesehatan khususnya di Jawa Barat melalui pendekatan akademis.

Kegiatan ilmiah ini dipandu oleh Dr. Yoni sebagai moderator. Rangkaian kegiatan ilmiah ditutup  dengan acara diskusi dengan para peneliti Unpad di bidang kesehatan yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada kesempatan ini, Unpad mempresentasikan hasil penelitian dan roadmap penelitian dalam upaya menjajaki peluang kerja sama dengan Nobel Laurate.

Untuk itu, kami mengharapkan rekan-rekan media dapat hadir dan melakukan peliputan untuk kemudian diinformasikan kepada khalayak. Untuk konfirmasi dan info lebih lanjut dapat menghubungi: Marlia (08122139826). (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :