BALIPORTALNEWS.COM – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kabupaten Badung menggelar Bintek Analisis Kebutuhkan Diklat (AKD) tahun 2017, Rabu (22/2/2017).

Bintek yang dibuka Kepala Badan Kepegawain I Gede Wijaya itu dengan maksud menyiapkan SDM aparatur dilingkungan pemkab Badung yang kompeten dalam melaksanakan analisis kebutuhan diklat di unit kerja masing-masing.

Dalam sambutannya, I Gede Wijaya mengatakan, pelaksanaan Bintek sesuai dengan amanat UU nomor 5 tahun 2015 tentang ASN. Selain itu, Bintek juga dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM aparatur sebagai kunci keberhasilandalam pencapaian tujuan organisasi. “Dalam rangka peningkat SDM aparatur, salah satu langkah melalui Diklat, agar etos kerja menjadi produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional,” katanya.

Lanjut wijaya, terdapat beberapa manfaat AKD. Diantaranya,  program pengembangan diklat/non diklat dapat diarahkan sesuai kebutuhan organisasi, efisiensi biaya pengembangan SDM, memahami penyebab munculnya masalah dalam organisasi dan cara pemecahanya, serta ketepatan penyusunan prioritas kediklatan yang akuntabel.

“Kami harapkan pelatihan diikuti dengan baik, displin dan rasa tanggungjawab. Sehingga apa yang menjadi tujuan penyelenggaraan bisa tercapai dengan baik,” harap Wijaya.

Baca Juga :  Hasil Karya APD IKM Denpasar Diserahkan ke Rumah Sakit

Sementara itu, Ketua Panitia Bintek, I Putu Agus Suantara, dalam laporannya mengatakan, tujuan digelarnya Bintek diantarnya, sebagai dasar penyusunan program pelatihan, sebagai pedoman dalam merancang bangun program diklat dan meningkatkan produktivitas kerja serta dalam persiapan dalam menghadapi kebijakan dalam tugas-tugas baru.

Lanjut dia, Bintek yang digelar di kantor kepagawain itu dilaksankan selama tiga hari dimulai Rabu 22 Pebruari dan dilanjutkan 1-2 Maret 2017. Dengan peserta adalah pejabat yang membidangi kepegawain/tata usaha di instansi masing-masing sebanyak 53 orang. Selanjutnya tenaga pengajar/Instruktur dalam bimbingan teknik berasal dari Widaiswara Badan Pengembangan SDM Provinsi Bali dengan menggunakan metode ceramah, diskusi tanya jawa, studi kasus, praktek dan latiha-latihan. (humasbdg/bpn)