BALIPORTALNEWS.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sangat umum dijumpai di masyarakat. Tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg, dan seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila mempunyai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Jika tekanan darah anda berada diantara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg maka keadaan tersebut disebut sebagai prehipertensi, yang artinya sewaktu-waktu dapat berkembang menjadih ipertensi. Padake adaan prehipertensi, sangat penting bagi anda untuk mengendalikan faktor resiko yang mengakibat kan terjadinya hipertensi.

Faktor resiko hipertensi sangat beragam dan tidak semua dapat dihindari, contohnya usia 40 tahun keatas dan riwayat anggota keluarga menderita hipertensi. Namun sebagian faktor resiko hipertensi dapat dikendalikan.

Gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam pengendalian berbagai macam penyakit termasuk hipertensi, akan tetapi masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya pengendalian gaya hidup.

Padahal bila anda telah menderita hipertensi dan masih mempertahankan gaya hidup yang tidak sehat, maka penyakit yang lebih serius seperti stroke dan penyakit jantung akan menanti di masa mendatang.

Baca Juga :  Berbahan Arak Terstandardisasi, Usada Barak Percepat Penyembuhan OTG Covid-19

Berikut ini merupakan faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang sebenarnya dapat kita kendalikan :

Merokok

Bahaya merokok sudah sangat sering kita dengar di berbagai media massa. Namun jumlah perokok masih sangat banyak terutama di Negara berkembang seperti Indonesia. Rokok mengandung 4000 zat berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Zat-zat berbahaya tersebut dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah serta kerusakan pembuluh darah.

Sekali hirupan rokok mampu meningkatkan tekanan darah sebanyak 4 mmHg. Bila anda menderita hipertensi dan mempunyai kebiasaan merokok, maka resiko untuk terjadinya penyakit stroke dan penyakit kardiovaskular lain menjadi bertambah besar, dibandingkan dengan penderita hipertensi yang tidak merokok.

Konsumsi garam berlebihan

Garam merupakan kompone nutama yang biasanya wajib digunakan dalam mengolah makanan. Konsumsi garam diperbolehkan asalkan tidak melebihi batas yang dianjurkan. Kementerian Kesehatan merekomendasikan jumlah asupan garam maksimal 5 gram per hari atau setara dengan 1 sendok teh garam dapur.

Konsumsi garam berlebih dapat mengakibatkan retensi cairan dalam tubuh dan mengaktivasi hormon-hormon yang meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga :  Baliportalnews.com Raih Penghargaan dari Kanwil DJP Bali

Stress dankurangnyaaktivitasfisik

Mekanisme stress menyebabkan hipertensi belum dijelaskan secara pasti. Dugaan sementara peningkatan tekanan darah ketika stress karena adanya aktivasi hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini bekerja meningkatkan kerja jantung dan menyempitkan pembuluh darah sehingga berdampak pada peningkatan tekanan darah.

Aktivitas fisik seperti olahraga juga sangat membantu untuk menjaga tekanand arah tetap optimal. Sebuah penelitian menunjukkan, olahraga sebanyak 5 jam per minggu dapat mengurangi kejadian hipertensi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobic contohny aberjalan kaki, bersepeda dan berenang.

Olahraga dapat mengurangi tekanan darah hingga 4 mmHg. Manfaat lain yang didapatkan dari berolahraga yaitu terjadi aktivasi homon endorphin yang membuat mood dan perasaan menjadi lebih baik sehingga mampu mengurangi stress.

Gaya hidup yang sehat mampu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit hipertensi di kemudian hari. Bila anda telah mengidap penyakit hipertensi, pengendalian gaya hidup juga sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit serius yang terkait dengan hipertensi.

Cobalah untuk memulai gaya hidup sehat dan lakukan cek tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :  Cara Jaga Kesehatan Mata di Era Pandemi

Penulis : dr. Putu Juni Wulandari; Foto : google.com