BALIPORTALNEWS.COM – Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Munsrenbang), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017 dilaksanakan di ruang pertemuan Kecamatan Kuta Utara. Dibuka langsung oleh Plt. Kepala Bappeda yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Badung I Wayan Suambara.

Acara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata beserta anggota, Wakil Ketua TP. PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa, Camat Kuta Utara A.A. Yuyun Hanura Enny, Ketua DWP Kecamatan Kuta Utara, Tripitaka, Majelis Alit Kecamatan Kuta Utara, PHDI, anggota WHDI, Lurah, Perbekel, Bendesa Adat, BPD, LPM serta tokoh masyarakat, Forum Pekaseh, Kaling dan Kelian se kecamatan Kuta Utara. Kamis, (9/2/2017).

Camat Kuta Utara Yuyun Hanura Enny dalam laporannya mengatakan “Kecamatan Kuta Utara memiliki 804 usulan dengan biaya Rp. 503.582.128.826,-  terdiri dari Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 43 usulan dengan biaya Rp. 11.488.160.000,- Kesehatan, 32 usulan dengan biaya Rp. 1.258.450.000,-, Pembangunan Ekonomi  8 usulan dengan biaya Rp. 1.327.000.000,-, Tata Kelola Pemerintahan dan pelayanan publik 19 usulan dengan biaya Rp. 3.106.000.000,-, Sarana Prasarana Wilayah, Perumahan dan Pemukiman 629 usulan biaya Rp. Rp. 467. 146.607.326,-, Perlindungan sosial dan pengarusutamaan Gender 28 usulan dengan Biaya Rp. 1.397.461.500,-, Penataan ruang dan lingkungan hidup 7 usulan dengan biaya Rp. 385.750.000,-, Pariwisata dan Kebudayaan 30 usulan dengan biaya Rp. 17.330.900.000,- serta Ketentraman, Ketertiban dan perlindungan masyarakat 8 usulan biaya Rp. 141.800.000,-.

Baca Juga :  KPK RI Serahkan Sertifikat Aset Kepada Pemkot Denpasar

Untuk usulan Munsrenbang 2016 sudah banyak yang terialisasi seperti peningkatan jalan Aseman, pantai, peningkatan jalan dan pembuatan drainase jalan Cendrawasih, Program pengembangan saluran irigasi serta peningkatan jalan lingkungan. Dengan Tema meningkatkan mutu pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan serta optimalisasi pengelolaan potensi daerah berbasis teknologi dalam rangka mewujudkan kemandirian” diharapkan usulan Kuta Utara dapat diserap dan diselasaikan sesuai sasaran’ tegasnya.

I Wayan Suambara mengatakan “Musrenbang yang melibatkan jajaran SKPD para tokoh masyarakat Kuta Utara, LPM dan  perangkat desa bisa membawa dan mampu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat serta menghasilkan perencanaan program pembangunan di Kuta Utara dan Kabupaten Badung untuk tahun 2018. Munsrenbang merupakan Program dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat guna meningkatkan pembangunan dalam segala sektor masig-masing kecamatan di Kabupaten Badung.

Tidak hanya berhenti pada soal hasil Munsrenbang, juga mempertanyakan pengawalan hasil Munsrenbang yang belum optimal dan maksimal. Munsrenbang merupakan agenda tahunan dalam menyusun perencanaan pembangunan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Badung sekaligus mengimplementasikan di segala aspek dengan skala prioritas pada setiap kecamatan untuk dapat dimanivestisikan sesuai kebutuhannya” tegasnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Badung Free Wifi untuk Biosecurity, Peternak Badung Raih Juara I se-Bali

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dalam arahan direktifnya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan mengemas pembangunan secara semesta menyentuh dari keseluruhan aspek pembangunan kepada masyarakat, harus ada pemerataan disemua jenjang aspek pembangunan di seluruh kecamatan di Kabupaten Badung secara nyata dan berkualitas. Dengan pencapaian pembangunan di Kabupaten Badung ditahun ini diharapkan kedepanya tentu lebih baik,” harapnya. (humasbdg/bpn)