BALIPORTALNEWS.COM – Didalam melestarikan nilai-nilai luhur Agama Hindu dan Budaya, Dewan Pimpinan Kota (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia, mengadakan seminar Agama dan Budaya di dalam menjaga Taksu Bali dengan penguatan jati diri Agama Hindu dan Budaya Luhur dalam kearifan lokal Bali, Sabtu (18/2/2017) di Aula Utama Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Dimana seminar ini di buka langsung oleh Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara yang ditandai dengan Pemukulan Gong.

Agama dan Budaya merupakan dasar dari sebuah visi Kota Denpasar, dimana visi Kota Denpasar ialah Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Dengan kata lain, Denpasar kreatif adalah Denpasar kota yang hidup, yang mana kota hidup merupakan kesadaran dinamis terhadap tiga daya, yakni suber daya alam untuk menggugah inovasi struktur, sumberdaya manusia untuk menggugah dinamika kultur dan sumber daya spiritual untuk menggugah kreasi, demikian disampaikan Sekda Rai Iswara dalam membacakan sambutan Walikota Denpasar secara tertulis.

Untuk menciptakan Denpasar kota kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan, dijalankan strategi pembangunan “Padmaksara” langkah baru Dharma Negara. Dengan maksud Padmaksara ini sebagai delapan langkah baru dalam pembangunan Kota Denpasar menuju dimensi kehidupan, baik dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun evaluasi pembangunan.

Baca Juga :  Gunakan Dana PEN, Kolam Renang Pidada Akan Direnovasi

Untuk itu salah satu kebijakan dasar pembangunan Kota Denpasar ialah pada penguatan pembangunan Agama, Adat, Tradisi, Seni dan Budaya untuk membentuk jati diri, harkat dan martabat masyarakat Denpasar.

“Untuk itu saya bangga dan mendukung sekali kegiatan seminar dan budaya yang di selenggarakan oleh DPK Prada Indonesia Denpasar ini, semoga kedepannya generasi penerus bisa terus melestarikan nilai-nilai agama hindu dan warisan budaya Bali yang kita miliki,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPK Prada Indonesia Denpasar I.B. Subrahmaniam Satya mengatakan, acara seminar agama dan budaya ini merupakan salah satu program kerja dari DPK Peradah Indonesia Denpasar, dimana pada tahun 2016 lalu, Peradah juga sudah mengadakan seminar pendidikan, khususnya pendidikan agama hindu untuk anak-anak dan pada pada tahun 2017 ini Peradah mengadakan seminar khusus pada ilmu agama dan budaya, terutama pada ilmu kebatinan.

Dikarenakan ilmu kebatinan ini merupakan ilmu warisan yang adiluhung diwariskan oleh para leluhur Bali terdahulu. Untuk itu sudah seharusnya kita sebagai generasi muda harus melestarikannya, agar salah satu warisan budaya ini tidak punah termakan jaman.

Baca Juga :  Kapolsek Kediri Tekankan Netralitas dalam Pilkada Tabanan 2020

Sebab taksu Pulau Bali ini ada pada warisan budaya dan agama, yang membuat Bali ini cukup di kenal di Dunia. Dimana dalam seminar agama dan budaya kali ini DPK Peradah Indonesia Denpasar akan menampilkan tiga pemateri dengan pembahasan yang berbeda-bedak, yakni Pamateri Pertama Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti, dengan Materi ‘Tantra Bhairawa dalam Kearifan Lokal Bali’, yasng kedua akan di isi oleh Ida Pandita Dukuh Acharya Daksa dengan materi ‘Olah Rasa sebagai Pendakian Spiritual di Tengah Kearifan Lokal dalam Gempuran Modernisasi’, dan yang ke tiga di isi oleh I Komang Indra Wirawan dengan materi ‘Taksu dalam Pecalonarangan’.

Nantinya DPK Peradah Indonesia Denpasar juga akan akan mengadakan sebuah diskusi Agama dan budaya, dengan mendatangkan para sulinggih, pandita yang ada di Kota Denpasar. Dengan tujuan agar generasi muda Hindu di Denpasar ingat akan keberadaan serta filosofi Agama Hindu dan Budaya Bali yang dimiliki. (ays’/humasdps/bpn)