BALIPORTALNEWS.COM – Komplotan bobol mesin ATM asal Sulawesi Selatan (Sulsel) digerebek tim Opsnal Sat. Reskrim Polres Badung, saat berada di kamar kos di wilayah Tuban, Kuta. Empat pelaku, Ardi Agustianto (25), Amryansyah alias Amry (20), Nur Alif Fhiqalby alias Alif (22) dan Tedi Fardiansyah alias Tedi (18), membobol mesin ATM BRI, di Banjar Beringkit, Mengwitani, Mengwi, Selasa (10/1/2017) siang lalu.

Berdasarkan pengakuan Alif, salah seorang pelaku, aksi bobol mesin ATM tersebut telah direncanakan di Jakarta. Dia diberi printah dan diarahkan oleh seorang wanita berinisial SU. Kemudian Alif dan teman-temannya berangkat ke Bali seminggu sebelum ditangkap, yakni Rabu (11/1/2017) malam lalu. “Kami berempat menyewa kamar kos di wilayah Tuban, selama dua minggu,” ucapnya, Jumat (3/2/2017).

Alif yang masih berstatus mahasiswa di Sulawesi Selatan ini mengaku, melakukan aksinya dengan cara memasukan potongan kartu ATM seukuran kartu selular ke lubang kartu ATM BRI Beringkit. Setelah itu dia dan Tedi menunggu nasabah yang bermaksud menarik uang. “Setelah kartu dimasukan maka akan terganjal di dalam mesin dan tidak bisa keluar. Kemudian saya masuk pura-pura menawarkan diri membantu serta menyodorkan stiker call center (palsu). Sedangkan Tedi menunggu di atas motor sambil pengawasi lokasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi Merebak, Kunjungan ke Museum Bali Nyaris Nihil

Karena panik, korban tanpa berpikir panjang menghubungi call center tersebut. Kemudian korban dipandu dengan memecet sejumlah tombol agar kartu bisa keluar. “Yang ditelpon korban adalah SU (berpura-pura sebagai operator). Korban dimintai nomor pin dengan alasan kartu bisa diblokir,” imbuh Alif.

Setelah korban meninggalkan TKP, Ardi dan Army masuk ke ruangan mesin ATM dan mencongkel lubang kartu dengan besi yang ujungnya pipih. Setelah lubang rusak, kartu diambil dan tabungan korban dikuras melalui mesin ATM lain. “Kami telah 7 kali beraksi di wilayah Badung dan Denpasar. Hanya saja yang berhasil 2 kali. Yakni di ATM BRI Beringkit dan wilayah Denpasar,” tegasnya.

Sementara Kabagops Polres Badung Kompol Ketut Widiada, mewakili Kapolres AKBP Ruddi Setiawan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan korban I Made Herman Saputra, yang mengaku tabungannya sebesar Rp 5 juta ludes pasca kartu ATM-nya nyangkut di mesin ATM BRI Beringkit. “Setelah diselidiki, akhirnya kendaraan pelaku terekam CCTV di sekitar TKP. Dari sana keberadaan para pelaku dilacak dan diketahui tinggal di tempat kos di Tuban, Kuta,” ucapnya.

Baca Juga :  Tiga Warisan Budaya Denpasar Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia 2020

Lebih lanjut dikatakannya, dari tangan pelaku diamankan barang bukti, 5 lembar stiker yang berisikan nomor call center palsu, 8 lembar kartu ATM, besi pipih dan uang Rp 1.650.000. “Anggota Sat. Reskrim masih memburu otak pelaku inisial SU,” tegasnya. (guz/humaspolbdg/bpn)