BALIPORTALNEWS.COMDalam upaya mendukung program Clean And Green, jajaran Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali melaksanakan penanaman pohon di areal jaba Pura Agung Kentel Gumi, Banjarangkan, Klungkung, Jumat (9/12/2016).

Hal ini juga untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 1077 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tertanggal 5 Oktober 2016, yang mewajibkan seluruh SKPD dilingkungan Pemprov Bali untuk melaksanakan penanaman pohon asli Indonesia yang seharusnya dilaksanakan secara massal pada tanggal 10 Nopember 2016 , di area-area vital d iseputaran Bali, namun ditoleransi hingga akhir Desember 2016 menyesuaikan kondisi masing-masing lokasi pelaksanaan.

Kegiatan dipimpin Sekretaris Bappeda Provinsi Bali, Putu Nirlan Sucika menggantikan Kepala Bappeda Provinsi Bali, Putu Astawa yang berhalangan hadir karena memimpin kegiatan lain. Selain mendukung program Clean and Green, Menurut Putu Nirlan Sucika kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan keberadaan pohon-pohon asli Bali.

Pohon-pohon yang ditanam seluruhnya berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Acara yang dilaksanakan tidak hanya sebatas penanaman pohon, namun juga diisi dengan kegiatan bersih-bersih areal pura serta sembahyang bersama.

“Kami juga ikut melestarikan dan menjaga kebersihan pura, serta sembahyang bersama, matur piuning  untuk memohon kelancaran kegiatan, dan tugas-tugas secara umum Pemprov Bali dalam upaya menciptakan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera,” ujar Nirlam, seraya menjelaskan kegiatan tersebut juga turut melibatkan Bappeda Kabupaten Klungkung.

Camat Banjarangkan, IB Mas Ananda, yang kala itu turut menghadiri kegiatan menyampaikan dengan ditetapkannya Pura Agung Kentel Gumi sebagai Cagar Budaya, saat ini menurutnya memang membutuhkan kegiatan-kegiatan penataan dan pemeliharaan, maupun bantuan sarana dan prasarana sehingga fasilitas yang dimiliki mendukung sebagai kawasan dilindungi maupun sebagai daerah tujuan wisata.

Penetapan itu menurutnya juga membuka peluang akses langsung untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, saat ini Ia mengaku masih merancang proses permohonan bantuan tersebut. Ditambahkan Ketua Bendesa Pengempon Pura, I Made Deresta, bahwa dirinya telah dihubungi pihak Bappeda Provinsi Bali untuk melaksanakan kegiatan dimaksud sejak bulan Oktober, namun karena bertepatan dengan Wali yang dilaksanakan dipura setempat nyejer selama sebulan sehingga kegiatan diundur dan baru bisa dilaksanakan saat ini.

Pihak pengempon pura menyambut baik kegiatan penanaman pohon, yang diharapkan dapat menambah keasrian areal pura terutama areal belakang jaba pura yang saat ini difungsikan sebagai lahan parkir yang kondisinya masih terlihat gersang dan belum ditata paving.

Jenis pohon yang ditanaman pada kesempatan itu yakni 50 bibit pohon gaharu dan 50 bibit pohon cendana. (humasprovbali/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini