BALIPORTALNEWS.COM – Desa Mengwi berhasil meraih Panganugrahan sebagai Desa Unggulan pilihan tempo tahun 2016. Pada ajang desa unggulan award bertemakan membangun desa untuk masa depan indonesia itu, Desa Mengwi ,Kecamatan Mengwi ,Kabupaten Badung berhasil meraih sebagai nominasi desa unggulan yang diterima langsung oleh Sekda Badung, Kompyang R. Swandika yang hadir mewakili Bupati Badung, di Bidakara Hotel Jakarta selasa (15/11/2016). 

Turut hadir pada ajang desa unggulan award pilihan tempo 2016 diantaranya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman dan Menteri Koperasi dan UKM, AA Ngurah Puspayoga.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menekankan pembangunan desa yang selama ini menjadi fokus pemerintah harus didukung oleh semua pihak dan tidak bisa hanya tanggung jawab dari kementerian Desa semata. Mengingat, kehidupan pedesaan 80 persen adalah dari sektor pertanian sehingga dibutuhkan peran Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat desa dalam masa tanam, proses pertumbuhan, panen, dan pascapanen.

“Biasanya pascapanen yang belum banyak dan  biasanya pascapanen harga jatuh,” kata dia. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu petani untuk pascapanen.

Sementara Sekda Badung, Kompyang R. Swandika usai menerima penghargaan mengatakan, melalui pembangunan partisipatif Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong agar segenap desa di Badung mampu mengelola potensi yang ada, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Swandika, sesungguhnya filosofinya sederhana  yakni pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menghadirkan kembali pemerintah di tengah masyarakat, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan desa-desa di Badung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.”Kebijakan pembangunan dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sangat sejalan dengan program nawa cita, yakni membangun indonesia dari pinggiran,” ujarnya 

 Swandika juga mengungkapkan,  sejumlah desa di Kabupaten Badung mendapatkan anggaran yang sangat besar dari PAD Badung untuk dikelola oleh desa itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan pembangunan yang berbasis adat dan budaya. Adapun alokasi pemberian bagi hasil pajak daerah kepada desa di kabupaten badung tersebut berjumlah  Rp. 256.246.031.800,00 dan dari Retribusi daerah berjumlah : Rp. 10.469.967.365,60 jadi dalam tahun anggaran 2016 alokasi dana desa yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah sekitar Rp 266 milyar lebih. “Selain dalam bentuk dana melalui program dan kegiatan dari masing SKPD juga diarahkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program yang digelar dimasing bidang dan sektor,” imbuhnya

Dibagian lainnya, Redaktur Utama Tempo, Elik Susanto mengatakan, ada sebanyak  beberapa  desa terpilih sebagai Desa Jawara di Nusantara. Desa tersebut antara lain Desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang terpilih sebagai desa unggulan kategori penjaga lingkungan. Desa Blang Krueng, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, terpilih sebagai unggulan sadar pendidikan. Desa Dermaji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi desa unggulan melek teknologi. Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, dinilai unggul dalam pemberdayaan ekonomi. “Kami menilai desa-desa pilihan ini telah melakukan banyak terobosan di banyak bidang. Sebagai komunitas akar rumput mereka bergerak menjadikan negeri ini lebih baik,” terangnya. (hmsbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini