BALIPORTALNEWS.COMRatusan peserta napak tilas yang mengusung pataka, panji-panji dan surat sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai melaksanakan Apel Penghormatan, dan tabur bunga di Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai di Carangsari, Petang, Jumat (18/11/2016).

Tabur bunga dilakukan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama para Veteran, didampingi Anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, Muspika Kecamatan Petang serta Kepala SKPD. 

Usai tabur bunga serangkaian memperingati Hari Puputan Margarana yang jatuh pada 20 Nopember ini, peserta napak tilas dari Pemuda Panca Marga serta siswa SMP dan SMA/SMK se-Badung menuju Puri Ngurah Rai Carangsari untuk mengikuti serasehan.

Pada acara serasehan hadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. Suiasa, anggota DPRD Badung Nyoman Dirgayuda, Penglingsir Puri Ngurah Rai Carangsari A.A. Alit Yudha, Ketua LVRI Badung I Wayan Tegug. Serasehan diisi penyerahan hadiah kepada juara napak tilas serta pemutaran film “Indonesia Mengingat” yaitu film tentang Perang Puputan Badung dan Puputan Margarana. Diisi pula persembahan Puisi oleh Ketua Tuna Netra Badung A.A. Mayun Juliawan.

Bupati Badung Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, salah satunya perjuangan gigih dan pengorbanan pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan bersama napak tilas ini adalah wujud bhakti kepada para pahlawan, khususnya Bapak I Gusti Ngurah Rai. Bupati meminta, apa yang menjadi ide dan gagasan pahlawan I Gusti Ngurah Rai agar dapat diteruskan dalam kehidupan ini.

“Kepada adik-adik sekalian, kita harus meniru panutan kita Gusti Ngurah Rai, kita harus siap menjadi pahlawan untuk diri sendiri, untuk kabupaten badung dan siap menjadi pahlawan di negara kesatuan republik indonesia,” ujarnya. 

Baca Juga :  Tabur Bunga di Monumen Tugu Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di Carangsari

Sementara Wabup. Suiasa menekankan bahwa kegiatan napak tilas dapat dijadikan momentum untuk introspeksi diri dan patut direnungkan, bagaimana perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan ciung wenara yang rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan.

“Tanpa perjuangan Beliau, mungkin kita tidak bisa merasakan kemerdekaan. Kita patut memberi penghormatan, bersujud memberikan rasa terima kasih, puji syukur dan memohon agar  kita mampu mematrikan semangat partriot dalam jiwa dan raga dalam bingkaian NKRI,” jelasnya.

Kata Suiasa, sebagai anak bangsa hendaknya kita semua mampu mewujudnyatakan semangat perjuangan dan nilai-nilai yang ditanamkan serta melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan dalam wujud pembangunan disegala bidang menuju kesejahteraan masyarakat. “Kita harus semakin menyadarkan diri sendiri, orang sekitar kita, bawasanya kita jangan melupakan perjuangan para pahlawan.

Baca Juga :  Periode Maret 2021, Penumpang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Naik 68%

Kita mempunyai kewajiban dengan berbuat yang lebih bermanfaat, dan kita dedikasikan potensi yang dimiliki dengan tetap mengamankan 4 (empat) pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tegasnya.  

Perwakilan Puri Ngurah Rai Carangsari, Yudha Putra menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab Badung yang telah mengkemas kegiatan napak tilas dengan baik dan sangat berkesan karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Napak tilas Nopember tahun 2016 ini menjadi kegiatan yang paling berkesan dan sangat meriah,” jelasnya.

Baca Juga :  Panji- Panji dan Surat Sakti Ngurah Rai Tiba di Badung

Yudha Putra juga menceritakan sedikit tentang Pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Diceritakan, sebelum berangkat ke medan perang sebagai Komandan Resimen Sunda Kecil saat itu, Beliau sempat memohon restu di Pura Puseh Beng Carangsari dan memohon salah satu pusaka pura untuk dibawa berperang.

Dari sekian banyak pusaka keris yang ada, Beliau memilih pusaka yang tidak dikenankan dibawa oleh pemangku, karena siapapun yang membawa pusaka itu akan menjadi caru untuk bumi.

Namun Gusti Ngurah Rai justru membawa pusaka tersebut. Dalam peperangan, Beliau akhirnya gugur menjadi pahlawan kusuma bangsa.

“Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, keiklasan dan ketulusan dalam membela negara,” imbuhnya. (humasbadung/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini