BALIPORTALNEWS.COMUpaya penataan kawasan civic center yang tengah dilakukan Pemprov Bali diharapkan natinya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Rencanya kawasan yang berada di sis Timur Lapangan Puputan Margaran Renon Denpasar ini akan dilengkapi dengan taman keluarga dan fasilitas olah raga.

KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat meninjau proyek pengerjaannya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha pada Kamis (20/10/2016).

“Jika nanti sudah selesai penataan taman, tempat olah ragan ini dapat dimanfaatkan oleh warga dan tentunya saja tidak hanya memanfaatkan namun harus menjaganya dengan baik. Jadi masyarakat tidak hanya berfokus di lapangan utama renon semata, sehingga memberikan banyak pilihan bagi warga sehingga lebih maskimal fungsinya. Dengan adanya ini, masyarakat tidak perlu keluar negeri untuk liburan, sekarang disini (Renon-red) bisa menjadi tujuan baru,” ucapnya.

Baca Juga :  Pulang dari Amerika, Mang Wira Buka “The Lantry Eatery” di Denpasar

Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta berharap proyek yang menghabiskan biaya  kurang lebih 9 Miliar dari anggaran pusat ini diharapkan bisa selesai secara menyeluruh pada akhir tahun 2016. Menurutnya, ke depan fasilitas seperti ini tidak hanya dibangun di kawasan Renon, namun di tempat lain juga.

“Selain disini, kita akan  buat di tempat lain juga (kabupaten-red), agar masyarakat bisa menikmati juga secara langsung. Ini upaya kita untuk menjadikan masyarakat Bali yang sehat baik fisik dan rohani, serta sejalan dengan visi dan misi Bali Mandara,yaitu Bali Clean Green,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jaya Negara Terima Bantuan Sembako Universitas Mahendradatta

Sementara itu, Gede Harumbawa selaku Project Manager pelaksana mengatakan jika seluruh wahana permainan (play ground) akan mengunakan kualitas standar internasional yang pastinya akan menjamin kualitas dan keamanan permainan itu sendiri. Tak hanya itu, jika terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kerusakan alat permainan, korban akan mendapatkan santunan asuransi.

“Kualitas yang kita gunakan sudah standar Internasional, jadi soal kualitas bahan dan lainnya tidak usah diragukan lagi. Kalau memang ada kecelakaan yang diakibatkan oleh permainan itu sendiri seperti halnya patah, lepas dan lainnya, mereka (korban-red) akan mendapatkan santunan asuransi dari AXA International sebesar 3,5 miliar jika memang kesalahannya dari product permainan itu sendiri,” pungkasnya. (hms prov bali/bpn)