BALIPORTALNEWS.COM – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Denpasar menggelar ulangan umum terpadu mulai 21 hingga 29 November 2016. Ulangan umum terpadu ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII.

‘’Pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda,’’ ujar Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., Senin (10/10/2016).

Menurut Suyastra, ulangan umum terpadu ini tetap dipertahankan karena hasilnya dinilai merupakan salah satu instrumen penting untuk mendapatkan standarisasi kualitas pendidikan di Kota Denpasar. Selain untuk mempersiapkan siswa SMA kelas XII menghadapi UN 2016/2017.

Suyastra menjelaskan, pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda. ‘’Keputusan pelaksanaan ulangan umum terpadu ini berdasarkan hasil keputusan rapat pleno kepala sekolah,’’ ujar Suyastra.

Kepala SMAN 3 Denpasar ini menambahkan, penyusunan soal ulangan umum terpadu diserahkan kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga didapat soal yang valid dan reliabel. Ia menyebutkan, mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan.

Untuk kelas X dan XI diujikan mata pelajaran sesuai program peminatan. Untuk program IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, sedangkan program IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sejarah dan Sosioligi. Khusus untuk kelas XII untuk mata pelajaran wajib yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris ditambah mata pelajaran peminatan untuk program IPA meliputi Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika, serta Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah untuk siswa program IPS.

‘’Seluruh materi ulangan umum terpadu mengacu pada Kurikulum 2013. Semua soal disusun sesuai standar isi kurikulum (SIK), serta kompetensi dasar dan standar kelulusan (SKL) dengan tingkat kesulitan mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),’’ katanya memaparkan. (pra/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini