BALIPORTALNEWS.COM – Komnas Perlindungan Anak (PA) memberi apresiasi khusus pada Kim Commanders.

Siapa Kim Commanders itu? Ia terlahir dengan nama L. Hakim, namun teman-temannya lebih suka memanggil dengan nama Kim, sedangkan Commanders adalah nama grup Band yang pernah di komandoinya dulu.

Sejak SD Kim Commanders suka menyanyi, dan suka berteman dengan anak-anak sebaya yang berlainan agama. Dan pada kelas III SMP, sudah mahir berbahasa Inggris.

Suka menulis lagu, apapun jenisnya. Tapi saat ini dan seterusnyanya Kim akan menulis lagu tentang perdamaian dunia.

“Saya pernah menulis lagu dan langsung saya bawakan sendiri, lagu yang berjudul "Children With No Land", lagu tersebut saya ciptakan sekitar tahun 2013 yang lalu, lagu yang saya tulis berdasarkan kisah nyata dari seorang ibu yang berasal dari Rohingya dengan membawa dua orang anak nya yang tersisa dan masih sangat kecil,” kata Kim, seperti ditulis mitrapol.com.

Sang ibu dan warga Rohingya yang lain adalah pengungsi yang melarikan diri dari negara nya karena konflik.

Mereka di selamatkan oleh nelayan Lampung karena kapal yang membawa mereka pecah karena hantaman ombak dan kehabisan bahan bakar. “Lalu lewat seorang penterjemah saya mulai menanyakan perihal dan sebab mereka lari dari negaranya. Cerita sedih yang saya dapat dari beliau, sangat miris!!. Lalu saya memperhatikan kedua orang anak nya, air mata ku jatuh. Sang ibu dalam keadaan sakit,” imbuhnya.

Apa yang akan terjadi kepada kedua orang anak ini jika sang ibu wafat, bagaimana nasib mereka kedepan nya, tanya ku dalam hati. Aku tidak bisa memberikan apa-apa kepada mereka, apa yang harus aku lakukan? Sepulang ke rumah aku selalu teringat dengan anak-anak tersebut. Air mata ku kembali jatuh.

“Berhari hari aku memikirkan hal itu dan selalu saja air mata ini jatuh. Lalu aku berfikir, kenapa harus ada perang dan konflik? Menjadi pengungsi bukanlah keinginan mereka, dan adakah tempat bagi mereka di dunia ini sebagai anak anak dunia,” ujar Kim.

Lalu aku coba menulis lagu tentang mereka dengan bahasa inggris, karena aku berfikir, jika lagu ini akan di mengerti oleh orang-orang luar maka bahasa inggris lah yang akan di mengerti oleh mereka. Dengan dibantu teman-teman, jadilah lagu ini yang aku beri judul "Children With No Land" yang berarti anak-anak tanpa negara.

“Sejak saat itu aku mulai giat untuk menyuarakan perdamaian, dan anti kekerasan. Apapun bentuk nya konflik dan peperangan, itu hanya akan berakibat buruk bagi anak anak. Dan sampai saat ini, aku akan terus menyuarakan gema perdamaian dunia hingga nafas ini terhenti. Stop kekerasan terhadap anak anak.!! Stop peperangan..!!. Biarkan anak-anak tumbuh sebagai penghuni dunia, jangan racuni mereka dengan dendam," pesan Kim Commanders.

Atas prestasinya tersebut, Kim mendapat Apresiasi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak alias Komnas Anak pada 30 September 2016. Kim Commanders menerima penghargaan langsung dari Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait di Kantor Komnas Anak Jalan TB Simatupang No 33, Jakarta Timur.Yang menarik lagi, Kim berangkat langsung dari Lampung menggunakan bus demi menghadiri moment berharga itu. Menurut Kim ini adalah penghargaan yang luar biasa dan cukup mengejutkan hati. "Sungguh saya terharu atas apesiasi ini," tutur Kim

Ditempat terpisah, Arist Merdeka Sirait mengatakan, langkah Kim patut di apresiasi dia (Kim-red) meghibahkan dirinya untuk menjadi Pelopor Perdamaian Dunia dan Peduli terhadap anak korban perang yang terlantar.

"Saya merasa terharu dan tersentuh mendengar cerita dan pengalaman Kim yang luar biasa, maka Komnas Anak memberi penghargaan sebagai Musisi Muda yang mempelopori Perdamaian Dunia lewat lagu dan peduli anak-anak," terang Arist. (r/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini