BALIPORTALNEWS.COMDalam kerangka globalisasi dengan perdagangan bebas saat ini, persaingan memperebutkan pasar melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing sangat diperlukan. Oleh karena itu, masyarakat khususnya para petani harus meningkatkan kualitas produk pertanian agar mampu bersaing dengan produk nasional bahkan produk internasional di pasar ekspor.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga didampingi oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka acara Festival Agribisnis Tahun 2016, bertempat di Sebelah Timur Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar pada Jumat (30/9/2016).

Lebih lanjut, Pastika mengungkapkan bahwa sektor pertanian yang merupakan pendukung perekonomian Bali diharapkan tidak hanya sebagai penghasil bahan pangan, tetapi memiliki multifungsi antara lain sebagai penyedia bahan baku industri, penyerap tenaga kerja, konservasi sumberdaya alam, pelestarian lingkungan dan pelestarian adat serta budaya Bali. 

Oleh karena itu, sektor pertanian terus menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah untuk waktu-waktu yang akan datang, sehingga peran serta dari seluruh komponen masyarakat juga diharapkan untuk ikut melestarikan pertanian Bali.

Baca Juga :  Kapolres Lakukan Pengecekan Peningkatan Pelayanan Publik Kepolisian di Polres Badung

Pastika, juga mengungkapkan bahwa saat ini telah banyak produk pertanian lokal Bali yang memiliki cita rasa dan kekhasan tersendiri, yang tidak kalah dengan produk pertanian impor. Disamping itu, Ia juga menghimbau masyarakat mengurangi konsumsi buah impor.

“Saya harap masyarakat mengurangi konsumsi buah impor, karena kondisi buah yang tahan lama merupakan buah yang telah terkontaminasi oleh bahan pengawet, apabila dikonsumsi secara rutin maka  secara tidak langsung racun dari bahan pengawet akan terus masuk kedalam tubuh”, ujarnya.

Ia berharap, mulai saat ini masyarakat dapat hidup sehat dan memperhatikan gizi makanan yang dikonsumsi sehingga tingkat harapan hidup masyarakat Bali semakin tinggi dan berkualitas. Selanjutnya, Ia juga berharap festival agribisnis yang akan berlangsung selama 4 hari tersebut dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk memperkenalkan berbagi produk pertanian lokal kepada komponen pengusaha serta kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Ketua DPW PSI Bali: DPR Seharusnya Merampungkan Revisi UU Terorisme.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan produk pertanian lokal Bali kepada masyarakat. selain itu juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal.

Untuk itu tema “Peduli Petani, Konsumsilah Produk Pertanian Lokal”, diangkat dalam penyelenggaraan festival yang diselenggarakan mulai dari tanggal 30 September – 3 Oktober 2016 yang bertempat di sebelah timur Monumen Bajra Sandhi-Renon.

Ia juga mengungkapkan bahwa, festival tersebut diikuti oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab/Kota se-Bali, para kelompok tani, serta beberapa pengusaha. Untuk memeriahkan acara tersbeut, akan dilaksanakan rangkaian kegiatan seperti Pameran Bursa Pertanian Lokal, Lomba Gebogan, Lomba Merangkai Bunga, Lomba Carving Buah, serta Gerak Jalan Sehat “Color Run” yang akan diselenggarakan pada hari Minggu. Ia berharap acara tersbeut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani maupun masyarakat luas.

Baca Juga :  Sinyal Hijau Pembangunan Terminal LNG dari DPRD Bali

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Hadiah Lomba Gebogan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya pameran festival tersebut. Dalam momentum itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat festival agribisnis kepada kelompok petani yang mengembangkan tanaman organik.

Disamping itu juga dilakukan penandatangan Kesepakatan dan Kontrak Bisnis Kemitraan Pemasaran antara Kelompok Tani dengan Mitra Usaha salah satu diantaranya adalah Kelompok Tani Mangga “Baluk Mandiri” dengan Swalayan “Tiara Dewata”. (r/humas pemprov bali/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini