BALIPORTALNEWS.COM – Hari Umanis Galungan, Kamis (8/9/2016), yang dirayakan sehari setelah Hari Raya Galungan, umat hindu di Bali melaksanakan tradisi saling mengunjungi sanak keluarga dan kerabat untuk saling maaf memaafkan. Tak ketinggalan, bajang-teruna (anak muda) merayakannya dengan melali (berwisata) ke tempat-tempat rekreasi dan pusat perbelanjaan.

Sejumlah tempat perbelanjaan di Denpasar dipadati oleh warga. Sebagian masyarakat Kota Denpasar lainnya mengunjungi juga Pantai Sanur, atau sekadar duduk-duduk di lapangan hijau Puputan Badung jantung kota Denpasar. Tak ketinggalan sejumlah objek wisata di Gianyar diserbu pengunjung.

Praktisi agama Hindu yang juga Kepala SMAN 8 Denpasar, Drs. I.B. Ngurah, M.Si., mengatakan, Umanis Galungan adalah hari santai dan beristirahat setelah sebelumnya kita melakukan rangkaian mengaturkan yadnya dan persembahyangan kepada leluhur dan Ida Bhatara. Mulai dari sugihan, penyajaan Galungan, panyekeban, penampahan Galungan hingga pada puncaknya yaitu Hari raya Galungan.

Proses ini, kata IB Ngurah, adalah proses manusia dalam pengendalian dan menegakkan kebajikan. Setelah natab dan ngelungsur banten Galungan masyarakat akan santai dan beristirahat. Hari tersebut adalah hari pelepasan segenap proses yang dilaksanakan selama hari Galungan.

‘’Maka tidak heran setelah itu banyak yang melali mengunjungi keluarga atau tempat rekreasi untuk bersantai. leh karena itu Umanis Galungan merupakan hari merayakan keberhasilan menegakkan kebajikan,’’ ujarnya.

Setelah Hari Raya Galungan akan disusul hari raya Kuningan pada Sabtu (17/9/2016), yang bermakna menegakkan kebenaran dan momentum meningkatkan kualitas diri serta memotivasi agar umat manusia selalu hidup dalam ketekunan, ketentraman, kedamaian, tanpa melupakan keselamatan diri maupun lingkungan. (tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini