BALIPORTALNEWS.COM – Yadnya bukanlah sekadar upacara keagamaan, lebih dari itu yadnya merupakan bentuk sujud bakti kepada Hyang Widhi. Untuk itu, dalam pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan memiliki kualitas satwika yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan dasar utama sradha bakti, lascarya, dan semata melaksanakan sebagai kewajiban serta berdasarkan dengan sastra agama.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri karya ngayum lan pasupati pelawatan Ida Ratu Ayu, Pura Dalem Panjer, Banjar Kangin, Desa Pakraman Panjer, Sabtu (27/8/2016).

Lebih lanjut, Wagub Sudikerta menyampaikan bahwa apapun bentuk yadnya yang dilakukan seperti persembahan, pengendalian diri, punia, maupun jnana jika dilandasi bakti dan tanpa pamrih maka tergolong satwika yadnya dan niscaya karya tersebut akan berjalan dengan sangat hikmat.

Oleh karena itu, ia berharap krama Desa  Panjer dalam melaksanakan upacara dengan tulus iklas dan saling bergotong royong satu sama lain. Sehingga rasa persaudaraan dan kekerabatan dalam membangun sebuah yandya dapat dilakukan dengan baik.

Disamping itu, Ia juga meminta kepada seluruh krama agar dalam melakukan upacara baik di pura maupun di rumah masing-masing hendaknya tidak dengan jor-joran melainkan menyesuaikan dengan kemampuan. Sehingga upacara yang dilaksanakan dapat dijalankan dengan ketulusan rohani dan jasmani.

Sementara itu, Bendesa Desa Adat Panjer, Nyoman Budiana, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta dalam menyaksikan upacara tersebut. Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa tujuan dari upacara tersebut adalah melakukan pengeratep dan pemelaspasan tapakan dan pelawatan Ida Ratu Ayu yang berstana di Pura Dalem Panjer, yang sebelumnya telah dilakukan perbaikan terhadap tapakan tersebut.

Terdapat empat pelawatan yang akan di pelaspas yaitu Ida Ratu Ayu Muncukin Tirta, Ida Ratu Ayu Dewa Rangda, Ida Ratu Ayu Dewa Rarung dan Ida Ratu Mas Dalem Sidakarya. Karya yang akan berlangsung sampai September tersebut, dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Desa Panjer yang berjumlah 1.215 orang.

Sedangkan terkait dengan pembiayaan telah diperoleh dari kas Desa Pekraman serta dana punia dari masyarakat. Ia berharap dengan dilaksanakan upacara tersebut dapat memberikan kerahayuan bagi seluruh masyarakat Desa Panjer.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Kemasyarakatan, Walikota Denpasar, serta undangan lainnya. (r/humas prov bali/bpn)