Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COMNasib malang Ni Kadek Ayu Lopita Puspa Kirani, bocah malang yang baru berusia dua bulan sungguh memprihatinkan. Putri dari  Ni Komang Ayu Puspa Karini (19), asal Banjar Alas Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan terlahir dengan kondisi tubuh cacat  karena tidak memiliki telunjuk jari kanan dan jari tengah pada tangan kirinya.

Lebih memprihatinkan lagi, selain cacat pada tangannya, kaki kirinya juga ceking sehingga mengakibatkankan telapak kakinya membengkak. Menurut sang Ibu, waktu didalam kandungan kaki buah hatinya tersebut terlilit tali pusar dan dianjurkan harus menjalani operasi.  Kondisi bayi yang memprihatinkan ini mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang  mengutus staf humas Pemprov Bali untuk mengunjunginya, pada Selasa (9/8/2016).

Baca Juga :  Jaga Sitkamtibmas, Personel Dalmas Polres Tabanan Latihan Formasi

Nenek  sang bayi, Ni Wayan Suarniti, menuturkan ia dan pihak keluarga hanya bisa pasrah terlebih saat ini pasca mengetahui kondisi anaknya cacat, suami putrinya (Komang Ayu, red) pergi meninggalkan Komang Ayu   di usia pernikahan yang baru menginjak tiga bulan.

 “Baru tiga bulan menikah, dia (suami-red) sudah meninggalkan anak dan  cucu saya,” ungkap  Suarniti. Komang Ayu sendiri bersama Lopita Pupita Kirani tidak ada di tempat karena  pada saat dikunjungi karena tengah memeriksakan Lopita Puspa Kirani  ke RS Sanglah.

Saat ini Komang Ayu dan buah hatinya tinggal bersama kedua orangtuanya yakni Ni Wayan Suarniti (43) dan I Wayan Sunadi Yasa (45) yang kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan.

Sementara Kepala Dusun Banjar Alas I Putu Sila yang mendampingi staf meninjau Lopita menuturkan bahwa pernikahan orang tua Lopita secara administrasi  maupun secara adat masih belum tuntas, mengingat yang bersangkutan baru sekedar menjalani upacara secara adat saja. Ditambahkan juga, bahwa sebelum menikah dengan ayah Lopita, Komang Ayu sudah pernah menikah dan dikaruniai satu orang putri yang bernama Ni Putu Aprina Purwakirana yang kini sudah berumur 1,3 tahun, tetapi suaminya tersebut juga pergi meninggalkannya.

Baca Juga :  Puncak HUT Ke-229 Kota Denpasar, Tingkatkan Daya Saing Lokal Memperkuat Denpasar Kota Cerdas

Keluarga Komang Ayu termasuk keluarga kurang mampu dan pada tahun 2010, keluarga yang bersangkutan telah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali, hal senada juga dibenarkan oleh Sekretaris Desa Tegalmengkeb I Nyoman Agus Wisnaya. Untuk berobat atau pemeriksaan Lopita, Komang Ayu menggunakan JKBM.  Hingga kini, Lopita sudah tiga kali dibawa berobat ke RS Sanglah dan Dokter menyarankan Lopita untuk dioperasi..

Pada kesempatan itu, tim menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang, sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini