Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM Langit sanur yang sejak pagi biru tiba-tiba berubah semburat penuh warna. Bertempat di Pantai Mertasari, Sanur 1526 peserta kompetisi layang-layang Sanur Village Festival mulai ambil bagian setelah dibuka secara resmi tadi padi.

Kadek Dwi Armika yang selalu mengkoordinir kompetisi layang-layang SVF sejak awal mengatakan, tahun ini memang agendanya untuk Bali, sementara tahun depan baru secara internasional sesuai agenda sirkuit kejuaraan layang-layang dunia. SVF telah dijadikan agenda dua tahunan festival internasional, sehingga para peserta dari belahan dunia kini sudah bersiap-siap untuk datang  di Sanur international kite festival tahun depan.

Untuk tahun ini peserta se Bali yang datang sampai dari daerah Bali Timur yakni Karangasem mencoba menjajal kebolehannya di langit Sanur. Menurut Kadek ada tiga kelas yang dikompetisikan yaitu anak-anak, remaja dan dewasa. Sementara jenisnya yaitu pecukan, janggan, bebean, bebean khas Sanur, Janggan klasik (janggan merak) dan kreasi baru.

Ada yang istimewa dalam kompetisi layang-layang di SVF kali ini yaitu hadirnya jenis janggan klasik atau janggan merak. Kehadiran layang-layang jenis janggan klasik ini tidak lain menurut Kadek adalah bagian dari upaya meghidupkan dan mempertahankan keberadaan janggan klasik sebagai bagian kearifan layang-layang Bali. Tahun 40 an layang-layang janggan klasik sempat terkenal dan popular di Sanur, atas dasar itu panitia mengangkat kembali jenis ini di kompetisi SVF tahun ini, lanjut Kadek.S

Kompetisi yang akan berakhir Minggu (28/8/2016), memperebutkan hadiah uang dan tropi bergengsi Sanur Village Festival yang akan diserahkan pada 4 September mendatang. Bagi peserta kreasi baru yang kreasinya mendapat juara, akan memperebutkan  tiket mewakili Bali  menuju Tapisa Jakarta Kite Festival yang diadakan di Pantai Ancol, Jakarta.

Ida Bagus Sidartha Putra, Ketua Umum SVF mengatakan, Sanur sebagai gudangnya layang-layang memang memiliki visi untuk melestarikan kearifan budaya luhur. Melalui Sanur Village Festival ruang kreasi dalam melestarikan maupun mengembangkan layang-layang sangat terbuka lebar. Apa yang telah dilakukan  oleh panitia penyelenggara untuk melestarikan janggan klasik seperti halnnya bebean khas Sanur, patut diapresiasi dan didukung penuh untuk event yang berkelanjutan, tambah Sidartha.

Baca Juga :  Dialog Budaya SVF, Dari Kedaulatan Budaya sampai Kongres Pariwisata

Layang-layang adalah identitas Desa Sanur. Program Sanur Kite Festival baik dalam agenda Bali maupun internasional sudah membuktikan dan mengharumkan event SVF sekaligus bagi Sanur dan Bali. Hal lain menurut Sidartha, munculnya kreasi-kreasi baru sangat menggembirakan di tengah persaingan para pelayang dunia yang terus berinovasi dan berkembang dengan desain dan teknologinya. (r/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini