Hari Anak Nasional 2026, Made Mawut dan Nosstress Rilis Lagu “Selaras” tentang Pola Asuh Anak
Hari Anak Nasional 2026, Made Mawut dan Nosstress Rilis Lagu “Selaras” tentang Pola Asuh Anak. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, musisi Made Mawut, grup musik Nosstress, dan sejumlah anak-anak merilis lagu sekaligus video klip berjudul Selaras. Karya tersebut dihadirkan sebagai ajakan untuk merefleksikan pola pengasuhan anak di tengah dinamika kehidupan modern.

Peluncuran lagu pada 23 Juli dipilih untuk bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang berakar dari disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, sebagai tonggak awal perlindungan hak-hak anak di Indonesia.

Penulis lirik sekaligus pengaransemen lagu, Made Mawut, mengatakan Selaras lahir dari keinginan menanamkan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kerja sama sejak usia dini, sekaligus mengingatkan pentingnya peran negara dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Lagu Selaras dihadirkan sebagai manifesto kecil parenting. Negara seharusnya memfasilitasi tumbuh kembang anak secara harmonis, tanpa paksaan kompetisi, dan selaras dengan hak-hak dasarnya,” ujar Made Mawut, Kamis (23/7/2026).

Berbeda dengan proses produksi musik pada umumnya, pembuatan lagu ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak. Sebelum proses rekaman, anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan pada draf lagu secara perlahan melalui pendampingan orang tua.

Latihan dikemas dalam suasana santai, seperti bernyanyi sambil mewarnai gambar dan membaca lirik, sehingga anak-anak dapat mengenal lagu secara alami tanpa merasa terbebani.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Edukasi Keselamatan bagi Anak-anak

Perwakilan orang tua yang terlibat dalam proyek tersebut, Ngurah Termana, mengatakan proses tersebut menjadi pengalaman belajar tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi para orang tua.

“Konon, menjadi orang tua adalah tentang mengajarkan banyak hal kepada anak. Namun, semakin kami menjalaninya, kami menyadari bahwa menjadi orang tua justru adalah tentang terus belajar,” ungkapnya.

Menurutnya, lagu Selaras menjadi ruang refleksi bahwa proses pengasuhan merupakan perjalanan tumbuh bersama antara anak dan orang tua.

“Oleh karenanya, lagu Selaras ini dihadirkan sebagai ruang untuk berefleksi, mengingat, sekaligus berdialog, bahwasannya anak dan orang tua sama-sama sedang bertumbuh, sama-sama menanam; bukan semata memanen, bekerja bersama; bukan berlomba, berbagi; bukan menguasai, mendengarkan; bukan mendominasi, bergandengan tangan; bukan berjalan sendiri, serta bersama menyapa alam; bukan menguasai. Karena hidup yang bahagia, bukan tentang menjadi seragam,” tambahnya.

Personel Nosstress, Man Angga, mengungkapkan lagu ini juga lahir dari kegelisahan terhadap semakin sempitnya ruang interaksi antara orang tua dan anak akibat berbagai tuntutan kehidupan.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Edukasi Keselamatan bagi Anak-anak

“Banyak sekali hal tidak selaras yang datangnya itu dari pemerintah dan akhirnya anak-anak kita yang menjadi korban. Tentunya yang pertama, pasti orang tua yang akan tersita kehidupannya, kemudian tidak memiliki waktu yang cukup untuk hidup bersama anak-anak. Padahal sebenarnya untuk menjadi selaras, anak-anak tidak memerlukan banyak hal. Mereka hanya memerlukan tempat bermain yang baik, kemudian memerlukan waktu yang cukup untuk bisa berinteraksi bersama ruang sekitarnya, terutama sama keluarga,” jelas Man Angga.

Ia juga menilai berbagai kondisi sosial dan kebijakan publik saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak.

“Keresahan itu hadir karena semua orang tua pasti mengharapkan yang terbaik bagi anak, tapi mengupayakan yang terbaik di Indonesia ini sepertinya sangat amat berat dengan kondisi yang saat ini, apalagi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat kacau. Jadi mungkin karya ini adalah salah satu cara supaya kita bisa tetap waras kepalanya untuk menghadapi kondisi saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Edukasi Keselamatan bagi Anak-anak

Proses produksi lagu Selaras berlangsung selama beberapa bulan sejak awal 2026. Tim produksi sengaja memutar draf musik secara berkala di lingkungan rumah agar anak-anak menghafal lirik secara natural sebelum masuk ke studio rekaman.

Pendekatan serupa juga diterapkan saat proses rekaman vokal melalui simulasi bernyanyi dalam suasana piknik sehingga anak-anak merasa lebih rileks.

Lagu ini ditulis oleh Made Mawut bersama Guna Warma dan diproduseri oleh Made Mawut serta Nyoman Angga Yudistha. Vokal utama dibawakan oleh Mimi, Dhira, Una, Gia, Galang, Hara, Titi, Uga, dan Semesta, dengan dukungan Mulia dan Reynand sebagai backing vocal.

Sisi musikalitas dibantu oleh Gede Yudis pada keys dan bass synth, Nyoman Angga Yudistha memegang ukulele tenor serta perkusi, sedangkan Made Mawut mengisi instrumen slide guitar, ukulele soprano, harmonika, hingga glockenspiel. Seluruh proses perekaman, mixing, hingga mastering digarap oleh Nyoman Angga Yudistha di studio Taman Bermain Nosstress.

Sementara itu, video klip Selaras disutradarai oleh Hadhi Kusuma, melengkapi pesan lagu yang mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis antara anak, orang tua, dan lingkungan.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News