BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Suasana SD Negeri 1 Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, tampak berbeda pada Kamis, 16 Juli 2026. Para siswa mengikuti edukasi literasi keuangan dan keamanan digital yang dikemas secara ringan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Program bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan dan Keamanan Digital pada Siswa Sekolah Dasar” ini merupakan bagian dari Program Udayana Mengabdi (PUM) yang didanai oleh LPPM Universitas Udayana. Tim pelaksana berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, dengan ketua Dr. Ni Nyoman Reni Suasih, S.IP., M.Si.
Melalui program ini, siswa diajak memahami dua hal yang kini semakin penting bagi anak-anak, yaitu cara menggunakan uang dengan bijak dan cara menjaga diri saat beraktivitas di dunia digital. Edukasi ini dinilai relevan karena anak-anak saat ini tidak hanya mengenal uang tunai, tetapi juga semakin akrab dengan penggunaan gawai, permainan daring, pembelian dalam aplikasi, top up, hingga berbagai tautan atau pesan digital yang belum tentu aman.
Dr. Ni Nyoman Reni Suasih menyampaikan bahwa literasi keuangan dan keamanan digital perlu dikenalkan sejak dini dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Menurutnya, anak-anak harus dibekali pemahaman bahwa uang perlu dikelola dengan bijak, sementara data pribadi harus dijaga agar tidak disalahgunakan.
“Anak-anak perlu belajar membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Mereka juga perlu tahu bahwa PIN, OTP, password, dan data pribadi tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Pesan sederhana seperti ini penting sekali, apalagi sekarang anak-anak sudah semakin dekat dengan HP dan dunia digital,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Made Sinthya Aryasthini Mahaendrayasa, S.E., M.E. dengan topik “Jajan Bijak, Nabung Asyik”. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenal fungsi uang, cara menggunakan uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung. Agar lebih mudah dipahami, materi disampaikan melalui contoh sederhana, tanya jawab, dan permainan edukatif.
Siswa tampak antusias saat diminta menebak apakah suatu barang termasuk kebutuhan atau keinginan. Beberapa contoh seperti buku tulis, bekal sekolah, mainan, jajanan, dan top up game membuat suasana kelas menjadi hidup. Dari permainan tersebut, siswa belajar bahwa tidak semua yang diinginkan harus langsung dibeli.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Ida Ayu Gede Dyastari Saskara, S.E., M.Si. dengan topik “Klik Aman, Data Selamat”. Ia mengajak siswa mengenali berbagai risiko digital, seperti tautan berbahaya, pesan hadiah palsu, ajakan top up gratis, serta permintaan kode rahasia. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa PIN, OTP, password, nama lengkap, alamat rumah, dan nomor HP orang tua merupakan informasi yang harus dijaga.
Melalui permainan “klik atau jangan klik”, siswa diajak memilih tindakan yang tepat ketika menerima pesan mencurigakan. Mereka belajar untuk tidak langsung menekan tautan, tidak membalas pesan dari orang tidak dikenal, serta segera bertanya kepada orang tua atau guru jika menemukan hal yang membingungkan di HP.
Kepala SD Negeri 1 Kemenuh, Putu Sunastrawan Adnyana, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia mengaku bangga karena sekolahnya mendapat kesempatan menjadi lokasi pengabdian dari Universitas Udayana.
“Kami sangat berterima kasih dan merasa bangga. Sepengetahuan kami, ini pertama kalinya ada kegiatan pengabdian dari universitas di SD Negeri 1 Kemenuh. Materinya sangat bermanfaat bagi anak-anak, karena sesuai dengan kehidupan mereka sekarang yang sudah dekat dengan penggunaan HP dan dunia digital,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, siswa juga mengikuti kuis interaktif dan memperoleh door prize bagi yang aktif menjawab pertanyaan. Cara ini membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan, sekaligus membantu siswa mengingat pesan-pesan utama yang disampaikan narasumber.
Melalui PUM ini, Universitas Udayana berharap siswa SD Negeri 1 Kemenuh dapat mulai membangun kebiasaan positif, seperti jajan secukupnya, menabung sedikit demi sedikit, tidak boros, tidak sembarangan mengklik tautan, serta tidak membagikan data pribadi. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam memperkuat literasi keuangan, literasi digital, dan pendidikan karakter sejak usia dini.
Acara ditutup dengan refleksi bersama, pembagian materi edukatif, serta dokumentasi tim pengabdian bersama pihak sekolah dan para siswa. (*/bpn)













