
BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Bali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Temu Alumni yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus IKA UNAIR Bali Periode 2025–2030 pada Kamis (16/7/2026) di 14 Roses Boutique Legian. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum IKA UNAIR sekaligus Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.
Berdasarkan data organisasi, saat ini terdapat sekitar 300 alumni Universitas Airlangga yang tercatat sebagai anggota IKA UNAIR Bali. Namun secara keseluruhan, diperkirakan terdapat ribuan alumni yang telah berkiprah di Bali sebagai akademisi, tenaga kesehatan, praktisi hukum, hingga berbagai profesi lainnya.
Ketua Umum IKA UNAIR, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menegaskan, bahwa sinergi antara alumni, pemerintah daerah, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua IKA UNAIR Bali periode 2025-2030, Drh. Nyoman Dhukajaya, M.Si., juga mengatakan, bahwa penting adanya sinergi antara pemerintah daerah, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan Bali. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pengembangan sektor peternakan, khususnya potensi sapi Bali.
“Hari ini kami mendapatkan pembekalan dari Ibu Khofifah. Beliau mendorong agar terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan alumni. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan sapi Bali sehingga alumni UNAIR di Bali dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, kepengurusan IKA UNAIR Bali periode 2025–2030 berencana menjalin kolaborasi dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB) untuk mendukung pengembangan kualitas peternakan sapi di Bali melalui program inseminasi buatan.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sapi lokal melalui persilangan dengan ras unggul seperti Belgian Blue maupun Wagyu, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak sekaligus memperkuat sektor peternakan di Bali.
Pada kesempatan tersebut, Ketua IKA UNAIR Bali juga menyampaikan arah kepengurusan periode 2025–2030 yang akan difokuskan pada peningkatan kontribusi alumni dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Bali.
Ia mengatakan, persoalan ketimpangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan, pengelolaan sampah, kemacetan, pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan profesional.
“Sebagai alumni yang memiliki beragam keahlian dan profesi, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menyumbangkan gagasan, inovasi, jejaring, dan aksi nyata. Sudah saatnya IKA UNAIR Bali dikenal bukan hanya karena kebersamaannya, tetapi juga karena kontribusinya bagi kemajuan Bali,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh alumni Universitas Airlangga di Bali untuk terus menjaga nama baik almamater melalui karya nyata, mempererat persaudaraan melalui kepedulian, serta menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Bali, Indonesia, hingga dunia.
“Bersama kita terhubung oleh almamater, bersama kita bertumbuh melalui kolaborasi, dan bersama kita mengabdi untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(dnd/bpn)












