Warga Rendang Kelod Pasang Portal, Truk Galian C Diduga Alihkan Jalur Lewat Permukiman
Warga Rendang Kelod Pasang Portal, Truk Galian C Diduga Alihkan Jalur Lewat Permukiman. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Warga Banjar Rendang Kelod, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem mengambil langkah tegas dengan memasang portal pembatas di akses jalan permukiman setelah jalur tersebut diduga kerap dilintasi truk pengangkut material galian C yang menghindari jalur utama.

Portal berbahan besi yang dipasang secara swadaya itu berdiri di ruas jalan menuju Setra Desa Adat Rendang yang tembus ke kawasan SMAN 1 Rendang. Pemasangan dilakukan sebagai upaya melindungi jalan lingkungan yang baru selesai diperbaiki agar tidak cepat rusak akibat dilalui kendaraan bertonase besar.

Baca Juga :  Gagal Lewati Tanjakan Macang, Truk Pengangkut Eskavator Mundur Lalu Terguling

Perbekel Desa Rendang, I Nengah Kariasa, membenarkan portal tersebut merupakan hasil kesepakatan warga yang dipasang sekitar sepekan lalu.

“Portal itu dipasang secara swadaya oleh warga. Selama ini jalan permukiman sering dilewati truk pengangkut material galian C sehingga masyarakat merasa terganggu,” ujarnya.

Menurut Kariasa, sebelum memasang portal, warga telah lebih dahulu memasang baliho larangan melintas bagi kendaraan truk. Larangan tersebut dikecualikan untuk truk yang mengangkut material bagi kebutuhan masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan. Truk-truk pengangkut material galian C masih tetap melintas, bahkan diperkirakan mencapai puluhan unit setiap hari, terutama pada malam hingga menjelang pagi.

Baca Juga :  Hendak Ambil Rokok, Sopir Hilang Konsentrasi hingga Truk Nungsep ke Kebun Warga

Selain menimbulkan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga, kendaraan bermuatan berat juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan jalan yang baru selesai diperbaiki pemerintah setelah lama dinantikan masyarakat.

“Kalau setiap hari dilalui truk bertonase besar, jalan ini tentu tidak akan bertahan lama. Karena itu warga sepakat memasang portal untuk melindungi infrastruktur yang ada,” jelas Kariasa.

Ia menambahkan, truk pengangkut material galian C tidak hanya melintas menuju arah selatan melalui kawasan Rendang Kelod, tetapi juga menggunakan jalur ke arah utara. Namun, akses menuju utara tidak dipasangi portal karena menjadi lintasan kendaraan pariwisata, termasuk bus yang membawa wisatawan.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News