MPLS Ramah Resmi Dimulai, Pemkab Buleleng Dorong Lahirnya Generasi Berkarakter, Aman, dan Bebas Perundungan
MPLS Ramah Resmi Dimulai, Pemkab Buleleng Dorong Lahirnya Generasi Berkarakter, Aman, dan Bebas Perundungan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dalam hal ini diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata secara resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan serentak di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Buleleng. Pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar sebagai penanda dimulainya MPLS Ramah yang mengedepankan pendidikan karakter, lingkungan belajar yang aman, serta sekolah yang ramah anak.

Kadis Surya dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan orientasi bagi peserta didik baru, melainkan gerbang awal dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Ia menegaskan, Kabupaten Buleleng sedang mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, para peserta didik diharapkan memanfaatkan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami norma dan budaya sekolah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri.

Baca Juga :  Suasana Sunyi MPLS di SDN 3 Bukit Karangasem, Murid Baru Hanya Dua Orang

“Kami ingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai pondasi kesuksesan. Selain itu, siswa didorong untuk terus mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun perilaku negatif lainnya,” ucapnya.

Ia berpesan kepada para peserta didik baru agar menjadikan MPLS sebagai momentum membangun disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. Penggunaan teknologi juga harus dilakukan secara bijaksana, disertai kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah.

Sementara itu, kepada guru dan panitia MPLS, Disdikpora menekankan agar seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak tanpa praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik. Seluruh peserta didik harus memperoleh layanan yang setara, sekaligus mendapatkan penguatan nilai-nilai karakter, budaya Bali, serta edukasi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan dampak negatif media sosial.

Baca Juga :  15.677 Siswa Baru di Badung Ikuti MPLS Ramah 2026, Utamakan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

Terakhir, pihaknya mengatakan peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses adaptasi peserta didik di lingkungan sekolah. Disdikpora mengajak orang tua untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, mendampingi anak-anak selama masa transisi, serta mengawasi penggunaan gawai dan aktivitas digital agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah mempercayakan sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa komite sekolah akan terus mendukung berbagai program yang dijalankan sekolah melalui kolaborasi bersama guru, orang tua, dan pemerintah. Setiap persoalan pendidikan akan diselesaikan secara bersama-sama melalui komunikasi yang baik demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Baca Juga :  26 Murid Badung Bersaing di Lomba Mewarnai PKB XLVIII 2026

“Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Buleleng yang unggul, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” harapnya.

Adapun sebanyak 28.371 murid baru se- Kabupaten Buleleng mengikuti MPLS pada tahun 2026/2027 diantaranya, jenjang Paud/TK sebanyak 8.199 siswa, SD sebanyak 10.018 siswa dan jenjang SMP sebanyak 10.809 siswa.

Kegiatan MPLS selama 5 hari mulai dari 13 sampai dengan 17 Juli 2026, dimana seluruh siswa baru akan memperoleh pembekalan materi diantaranya gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, sopan dan santun bermedia sosial, budya senyum, salam sapa, sopan dan santun, serta gerakan Indonesia (ASRI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah. (adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News