
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Himpunan Bartender Indonesia (HBI) kembali menghadirkan inovasi dalam dunia hospitality dengan menggelar kompetisi Indonesia Flair Tandem 2026 di Golden Tulip Jineng Resort, Kuta, Minggu (12/7/2026).
Ajang ini menjadi satu-satunya kompetisi flair bartending berformat tandem di Indonesia yang menitikberatkan pada kemampuan teknis sekaligus kekompakan dua bartender dalam satu tim.
Sebanyak enam pasangan bartender terbaik dari berbagai wilayah di Bali ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Berbeda dengan lomba flair individu, kategori tandem mengharuskan dua peserta menyelaraskan ritme, koreografi, hingga ketepatan melempar botol dan shaker secara bersamaan, sehingga tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi.
Advisor Himpunan Bartender Indonesia, Agung Darmawan, mengatakan Indonesia Flair Tandem menjadi identitas baru HBI dalam mendorong perkembangan dunia flair bartending di Indonesia. Menurutnya, kompetisi semacam ini masih sangat jarang diselenggarakan, bahkan di tingkat internasional.
“Biasanya kompetisi flair diikuti secara individu. Lewat Indonesia Flair Tandem kami ingin menghadirkan tantangan baru, yakni bagaimana dua bartender yang terbiasa tampil sendiri mampu menyatukan kemampuan menjadi satu penampilan yang harmonis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kompetisi tersebut sebenarnya telah digagas sejak 2018 dan sempat digelar pada 2018 hingga 2019. Namun penyelenggaraannya terhenti akibat pandemi Covid-19. Tahun ini HBI kembali menghidupkan ajang tersebut dan berkomitmen menjadikannya agenda tahunan.
Menurut Agung, perkembangan dunia flair bartending di tingkat global juga semakin pesat. Setiap tahun berbagai kejuaraan internasional digelar sehingga Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi wisata dunia, perlu memiliki ajang kompetisi yang mampu melahirkan bartender berstandar internasional.

Selain mengasah kemampuan teknis, Indonesia Flair Tandem juga diharapkan menjadi wadah regenerasi bartender muda sekaligus memperkuat pengalaman lapangan yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran digital.
Sementara itu, Ketua Harian HBI, I Gede Adijaya atau yang akrab disapa De Bean, menegaskan konsep tandem dipilih karena mencerminkan kondisi kerja sesungguhnya di industri perhotelan dan restoran.
“Di operasional tidak ada one man show. Semua bekerja sebagai tim. Karena itu kami ingin melihat bagaimana bartender mampu menahan ego masing-masing dan membangun kerja sama yang solid saat tampil di atas panggung,” katanya.
Menurutnya, kemampuan flair bukan sekadar atraksi melempar botol, tetapi merupakan keterampilan profesional yang dapat meningkatkan pengalaman tamu saat menikmati layanan di hotel maupun restoran.
“Hospitality bukan hanya menjual produk dan pelayanan, tetapi juga menghadirkan hiburan. Flair bartending menjadi salah satu bentuk entertainment yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan dan memperkuat daya saing pariwisata Bali,” jelasnya.
Kompetisi berlangsung menggunakan dua kategori minuman berbahan dasar vodka dan tequila. Setiap pasangan diwajibkan menciptakan dua kreasi koktail berbeda yang dinilai secara terpisah oleh dewan juri profesional.
Penilaian meliputi kreativitas, sinkronisasi gerakan, teknik flair, presentasi minuman, hingga ketepatan penggunaan bahan. Pengurangan nilai diberikan apabila peserta menjatuhkan botol (drop), kehilangan bahan (missing ingredient), maupun melakukan kesalahan teknis lainnya.
HBI menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta. Juara pertama memperoleh uang tunai Rp7 juta beserta trofi dan merchandise, juara kedua Rp5 juta, juara ketiga Rp3 juta, serta penghargaan People’s Choice dengan hadiah Rp1,5 juta.
General Manager Golden Tulip Jineng Resort, Baramukti, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HBI menjadikan hotelnya sebagai tuan rumah Indonesia Flair Tandem 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Golden Tulip Jineng Resort dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya profesi bartender.
“Kami sangat antusias menjadi bagian dari kegiatan ini. Kompetisi ini bukan hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga kerja sama, passion, dan profesionalisme para bartender. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan melahirkan talenta-talenta baru bagi industri hospitality di Bali,” ujarnya.
Golden Tulip Jineng Resort dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki visi yang sama dengan HBI dalam mendorong inovasi, kreativitas, dan regenerasi bartender Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, HBI juga memperkenalkan jajaran pelaksana tugas yang akan memimpin organisasi hingga Februari 2027. Susunan kepengurusan sementara terdiri atas I Gede Adijaya (De Bean) sebagai Ketua HBI, Ni Komang Arlin Widiastuti sebagai Wakil Ketua I, serta I Gede Bayu Krisnawan (Bayu Alexander) sebagai Wakil Ketua II.
Jajaran kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan program-program HBI sekaligus memperkuat pembinaan bartender Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Tampil sebagai pemenang Juara 1 Yakni pasangan Rico dan Eka, juara 2 Nopa yana dan chandra dan Juara 3 pasangan Yoga diasa dan Rino. Sementara Best cocktail diraih oleh pasangan Yoga diasa dan rino. (Ads/bpn)












