29 Seniman Badung Tampilkan Kresna Duta Durjana, Warisan Wayang Sarat Filosofi Kehidupan
29 Seniman Badung Tampilkan Kresna Duta Durjana, Warisan Wayang Sarat Filosofi Kehidupan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Nilai kehidupan, pengabdian, dan perjalanan atman menjadi pesan utama yang diangkat Sanggar Seni Dhanan Jaya, Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, saat tampil sebagai Duta Seni Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Dalam pementasan yang berlangsung di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026), Sanggar Seni Dhanan Jaya menghadirkan garapan wayang kulit klasik berjudul “Kresna Duta Durjana” dengan melibatkan sebanyak 29 seniman.

Garapan tersebut mengangkat kisah dari epos Mahabharata tentang pergolakan batin Maha Raja Yudistira yang harus menghadapi kenyataan berperang melawan saudara, keluarga, hingga gurunya sendiri.

Di tengah keraguan tersebut, Bima bersama Prabu Kresna memberikan pemahaman kepada Yudistira bahwa kejahatan harus dilawan demi menegakkan dharma atau kebenaran.

Baca Juga :  Bangli Pukau Ribuan Penonton PKB 2026, Sanggar Swara Padma Bhuana Tampilkan Tari Bapang Barong Ket yang Memesona

Puncak kisah Kresna Duta Durjana menggambarkan pesan mendalam dari Prabu Kresna bahwa bagi seorang ksatria, pengabdian tertinggi adalah menjalankan kewajiban membela kebenaran. Perjalanan menuju kematian dalam menjalankan dharma menjadi bentuk yadnya untuk memuliakan atman seorang ksatria.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Seni Dhanan Jaya, I Made Ariawan, mengatakan pemilihan cerita Kresna Duta Durjana bukan tanpa alasan. Menurutnya, kisah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tema besar PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi.

“Karena sang ksatria yadnya-nya adalah di medan perang. Mati mendapatkan swarga, hidup akan mendapatkan kejayaan. Maka dari itu, sang ksatria tidak boleh mundur dalam medan peperangan. Hidup dan mati harus dipertaruhkan di sana. Begitu juga dalam tema Atma Kerthi ini, kita harus memberikan jalannya atma bagaimana perjalanan atma itu agar menemukan tempat yang terbaik,” ujar Made Ariawan.

Lebih lanjut, Ariawan menjelaskan bahwa kisah Kresna Duta Durjana tidak hanya berbicara tentang peperangan, tetapi juga memberikan tuntunan tentang bagaimana manusia menghargai kehidupan serta menjaga kesucian atman.

Menurutnya, pesan tersebut relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagaimana manusia menjaga diri ketika masih hidup serta mempersiapkan perjalanan spiritual setelah meninggalkan dunia.

“Di sini banyak ada petuah bagaimana cara kita menyayangi badan kita, atman yang ada dalam diri, dan juga bagaimana menyiapkan perjalanan atman ketika sudah lepas dari badan kita sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menyampaikan apresiasi terhadap penampilan para seniman Badung dalam ajang PKB 2026. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian seni, adat, dan budaya Bali.

Baca Juga :  Joged Bumbung Duta Badung Memukau Penonton PKB XLVIII 2026

“Pemerintah Kabupaten Badung pasti selalu mensupport penuh seniman terkait dengan pelestarian seni, tradisi, dan budaya di Bali,” ujar Sukadana.

Menurutnya, seni pewayangan bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga tuntunan yang sarat nilai filosofis. Berbagai pesan moral di dalamnya dapat menjadi pedoman masyarakat, termasuk generasi muda, dalam membangun karakter dan menjaga warisan leluhur.

“Ketika berbicara masalah wayang, di sana banyak filosofis-filosofis hidup yang perlu dijadikan acuan oleh krama Badung dan termasuk juga di dalamnya generasi muda Badung untuk membangun sebuah karakter. Untuk membangun sebuah karakter yang bisa mencintai yang telah diwariskan oleh leluhur kita, agar kita juga sebagai generasi muda bisa melestarikan,” tutup Sukadana. (adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News