BPR Kanti Luncurkan Buku "Lawar Leadership", Made Arya Amitaba Angkat Filosofi Bali dalam Kepemimpinan Modern. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – BPR Kanti resmi meluncurkan buku Lawar Leadership sebagai bagian dari rangkaian transformasi budaya perusahaan menuju Community Bank. Buku yang digagas Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, tersebut mengangkat filosofi kearifan lokal Bali sebagai landasan membangun kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian, kolaborasi, dan kemanusiaan.

Peluncuran buku dilakukan bersamaan dengan Stakeholder Gathering BPR Kanti 2026 yang juga menjadi momentum peluncuran logo baru perusahaan, transformasi budaya korporasi, serta produk Tabungan Arisanku Generasi Baru.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menjelaskan bahwa Lawar Leadership lahir dari keyakinan bahwa nilai-nilai budaya Bali memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan kepemimpinan di era modern.

“Lawar bukan sekadar makanan tradisional Bali. Lawar adalah filosofi kehidupan. Berbeda unsur, berbeda rasa, berbeda warna, namun menyatu menjadi harmoni yang utuh. Nilai itulah yang ingin kami hadirkan dalam konsep kepemimpinan,” ujar Amitaba pada Senin. 1 Juni 2026 di Denpasar.

Menurutnya, filosofi lawar mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam mengelola organisasi, sebagaimana seorang peramu lawar memadukan berbagai unsur hingga menghasilkan cita rasa yang harmonis.

“Dalam kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu meramu manusia, nilai, visi, dan harapan menjadi kekuatan kolektif yang saling melengkapi, bukan saling mendominasi,” katanya.

Amitaba menuturkan, konsep Lawar Leadership berangkat dari semangat ngayah, yakni melayani dengan tulus demi kepentingan bersama. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan dalam prinsip “ngayahin pengayah”, yakni kepemimpinan yang hadir untuk melayani mereka yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Melalui buku ini kami ingin mengingatkan bahwa kemuliaan seorang pemimpin tidak terletak pada tingginya jabatan, melainkan pada ketulusannya dalam melayani. Jabatan bisa berakhir, tetapi nilai akan hidup melampaui zaman,” ungkapnya.

Ia menilai dunia saat ini membutuhkan model kepemimpinan yang tidak hanya mengejar pencapaian bisnis, tetapi juga mampu membangun hubungan yang harmonis antara manusia, budaya, dan lingkungan sosial.

“Banyak institusi bertumbuh dalam angka, tetapi belum tentu bertumbuh dalam nilai. Karena itu kami ingin menghadirkan perspektif bahwa kepemimpinan yang kuat harus berakar pada budaya dan kemanusiaan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari peluncuran buku tersebut, BPR Kanti juga menyerahkan simbol Blakas Leadership kepada sejumlah tokoh dan pemimpin komunitas. Simbol tersebut merepresentasikan warisan nilai, pengabdian, serta kepemimpinan berbasis kearifan lokal Bali.

Amitaba berharap buku Lawar Leadership tidak hanya menjadi bacaan bagi kalangan perbankan atau dunia usaha, tetapi juga dapat menginspirasi berbagai lapisan masyarakat dalam membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas.

“Kami ingin menghadirkan gagasan bahwa masa depan Bali dan Indonesia perlu dibangun oleh pemimpin yang berakar pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan komunitas. Itulah semangat yang kami tuangkan dalam Lawar Leadership,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan seminar dan bedah buku Lawar Leadership menghadirkan pembicara, KS Arsana, DR. Roberto Akyuwen, Gede Pasek Suardika, Prof. Windia dan Moderator Prof. Ida bagus Raka. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News