LDII Bali ngejot ke tetangga. Sumber Foto tisbpn
LDII Bali ngejot ke tetangga. Sumber Foto : tisb/pn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menyalurkan hewan kurban sebanyak 146 ekor sapi dan 286 ekor kambing. Kegiatan tersebut digelar di halaman Gedung LDII, Padangsambian, Denpasar Barat, Rabu (27/5/2026).

Selain menjadi momentum ibadah dan berbagi kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan lintas agama di Bali.

Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB), Anak Agung Ngurah Agung, mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini dibangun LDII dengan masyarakat lintas agama di Bali.

“Hubungan antarumat beragama sangat kental sekali. Konsep menyama braya yang dijalankan tidak hanya untuk warga Muslim, tetapi juga umat Hindu, Kristen, Buddha, dan lainnya. Semua mendapat perhatian dan bantuan, termasuk dalam momentum kurban seperti ini,” ujar Anak Agung Ngurah Agung.

Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat non-Muslim dalam kegiatan sosial keagamaan bukan hal baru di Bali. Menurutnya, semangat kebersamaan telah diwariskan sejak lama dan menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di Pulau Dewata.

“Kami bukan baru sekarang terlibat. Leluhur kami sejak dulu sudah sangat dekat dengan saudara-saudara Muslim. Siapa pun yang tinggal di Bali harus menjaga Bali karena ini milik kita bersama,” kata Anak Agung Ngurah Agung.

Anak Agung Ngurah Agung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana kondusif dan memperkuat persatuan.

“Bali menjadi barometer keberagaman di Indonesia. Mari kita jaga bersama agar situasi tetap aman dan harmonis,” tambah Anak Agung Ngurah Agung.

LDII Bali Salurkan 146 Sapi dan 286 Kambing Saat Idul Adha, Perkuat Toleransi dan Semangat Menyama Braya
LDII Bali Salurkan 146 Sapi dan 286 Kambing Saat Idul Adha, Perkuat Toleransi dan Semangat Menyama Braya. Sumber Foto : tis/bpn

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bali, H. Olih Solihat Karso, menegaskan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarsesama.

“Kami sebagai umat Muslim harus dekat dengan siapa saja. Dalam ibadah mungkin berbeda, tetapi dalam kehidupan sosial kita harus menjaga kerukunan dan ketenteraman,” ujar H. Olih Solihat Karso.

Ia menjelaskan pembagian daging kurban tidak hanya diberikan kepada umat Muslim, tetapi juga kepada masyarakat secara luas, terutama warga yang membutuhkan.

“Kriteria utama memang fakir dan miskin, tetapi kami membagikan kepada masyarakat yang menerima, termasuk tetangga sekitar tanpa membedakan agama,” jelas H. Olih Solihat Karso.

Menurut H. Olih Solihat Karso, tradisi berbagi tersebut juga sejalan dengan budaya Bali seperti ‘ngejot’, yakni tradisi saling berbagi antarmasyarakat.

“Ngejot itu bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi rasa dan kebersamaan. Jadi semangatnya adalah saling merasakan satu dengan yang lain,” kata H. Olih Solihat Karso.

Ia menambahkan jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sekitar 8 hingga 12 persen.

“Harapannya ke depan semakin meningkat. Yang sekarang berkurban kambing semoga nanti bisa berkurban sapi, yang sekarang satu sapi semoga bisa lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” tandasnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News