ITB STIKOM Bali Terima 4 Mahasiswa Internasional, Kembangkan Desa Digital di Badung
ITB STIKOM Bali Terima 4 Mahasiswa Internasional, Kembangkan Desa Digital di Badung. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus berwawasan global dengan menerima empat mahasiswa internasional dari School of Engineering, Polytech Montpellier, Prancis.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Luna Slifi, Camille Faramond, Matheo Revel, dan Ahmed Moumni. Tiga di antaranya merupakan warga negara Prancis, sementara satu lainnya berasal dari Maroko, dengan latar belakang keilmuan di bidang IT dan manajemen.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menjelaskan bahwa para mahasiswa tersebut akan mengikuti program internship yang berlangsung mulai 20 April hingga 10 Agustus 2026.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

“Selama program berlangsung, mereka akan berada di bawah supervisi langsung Wakil Rektor III ITB STIKOM Bali. Kami berharap kehadiran mahasiswa internasional ini dapat memperkuat kerja sama akademik sekaligus memberikan pengalaman lintas budaya yang berharga,” ujarnya.

Wakil Rektor III ITB STIKOM Bali, Yudi Agusta, Ph.D., menambahkan bahwa program magang ini difokuskan pada pengembangan konsep Desa Digital di Desa Punggul, Kabupaten Badung.

“Proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di masyarakat, sekaligus menjadi wadah kolaborasi internasional bagi pengembangan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., menegaskan bahwa program internasional seperti ini telah lama menjadi bagian dari visi institusi.

Ia menyebut, ITB STIKOM Bali secara konsisten membuka ruang bagi mahasiswa asing untuk belajar, tidak hanya dalam bidang teknologi, tetapi juga seni dan budaya lokal.

“Kami ingin mahasiswa asing yang datang ke Bali tidak hanya mendapatkan ilmu teknologi, tetapi juga mengenal seni dan budaya. Begitu juga sebaliknya, mahasiswa kami diharapkan bisa mendapatkan wawasan internasional ketika belajar ke luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa lokal, terutama dalam membangun pola pikir global di tengah era tanpa batas.

“Dunia sekarang sudah tanpa batas. Dengan adanya mahasiswa asing di kampus, ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa lokal untuk berpikir global dan berwawasan internasional,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ITB STIKOM Bali telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara, seperti China, India, Jerman, Thailand, Belarus, Turki, hingga Myanmar.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News