Konferensi Pers PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dalam rangka penutupan Jalan Tol Bali Mandara selama Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Kesiapan Libur Panjang Idulfitir 1447/2026 pada Kamis (12/3/2026) di Denpasar. Sumber Foto : tis/bpn
Konferensi Pers PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dalam rangka penutupan Jalan Tol Bali Mandara selama Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Kesiapan Libur Panjang Idulfitir 1447/2026 pada Kamis (12/3/2026) di Denpasar. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – PT Jasamarga Bali Tol (JBT) memastikan Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup sementara selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948. Penutupan ini juga menjadi bagian dari pengaturan lalu lintas menjelang libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar PT Jasamarga Bali Tol di Denpasar, Kamis (12/3/2026).

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, mengatakan arus lalu lintas di Tol Bali Mandara diperkirakan meningkat setelah periode Lebaran. Puncak volume kendaraan diprediksi terjadi pada 25 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 57.000 kendaraan.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 52.000 kendaraan, diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 5.000 kendaraan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaga Tren Positif, Jasamarga Bali Tol Catat Pendapatan Rp216,4 Miliar Sepanjang 2025

Ia juga menjelaskan, penutupan Tol Bali Mandara saat Nyepi akan berlangsung selama 32 jam, dimulai pada 18 Maret 2026 pukul 23.00 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 07.00 WITA.

Meski ditutup, Jasamarga Bali Tol tetap menyiagakan petugas di sejumlah titik untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, jalan tol akan kami buka sementara untuk keperluan tersebut,” jelasnya.

Pengamanan selama penutupan tol akan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, serta dukungan dari desa adat di kawasan Pedungan dan Sanggaran.

Baca Juga :  Jaga Tren Positif, Jasamarga Bali Tol Catat Pendapatan Rp216,4 Miliar Sepanjang 2025

Untuk memastikan keamanan selama Nyepi, sekitar 10 petugas akan disiagakan di gerbang tol. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat kepolisian, termasuk jajaran Polsek Benoa.

Menjelang periode libur Lebaran, PT Jasamarga Bali Tol juga menyiapkan stok 15.000 kartu tol prabayar guna mengantisipasi kebutuhan pengguna jalan.

Selain kesiapan operasional, Jasamarga Bali Tol juga terus mendorong penggunaan aplikasi Travoy yang dikembangkan oleh Jasa Marga.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV, mengakses layanan bantuan, hingga melihat riwayat transaksi tol secara digital.

Baca Juga :  Jaga Tren Positif, Jasamarga Bali Tol Catat Pendapatan Rp216,4 Miliar Sepanjang 2025

“Pengguna Travoy di Bali saat ini sekitar 1.000 pengguna, dan kami menargetkan peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen hingga akhir tahun,” kata Adiputra.

Ia menambahkan, ke depan struk transaksi yang biasanya diambil di gerbang tol akan mulai diarahkan ke sistem digital melalui aplikasi Travoy agar pengguna dapat langsung melihat riwayat transaksi tanpa harus menyimpan resi fisik.

Selain itu, layanan bantuan juga dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga 14080 atau Call Center 133, termasuk untuk layanan derek dan informasi kondisi jalan tol.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News