
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali guna memperkuat sinergi pelaksanaan Program Bangga Kencana serta percepatan program prioritas tahun 2026.
Pertemuan tersebut membahas capaian realisasi program dan anggaran, termasuk realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB), serta langkah konsolidatif menghadapi agenda koordinasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam laporan yang disampaikan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S., memaparkan progres realisasi fisik dan keuangan program, termasuk pelaksanaan DAK Subbidang KB yang menjadi instrumen strategis dalam penguatan layanan keluarga berencana di daerah.
“Evaluasi juga difokuskan pada penguatan perencanaan dan pengendalian agar serapan anggaran berjalan optimal dan selaras dengan target kinerja pembangunan keluarga di Bali,”ungkapnya pada Senin, 23 Februari 2026.
Menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026, pihak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bali memohon dukungan Sekda Provinsi Bali untuk menjadi narasumber dalam penguatan penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Provinsi Bali.
Sekda Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi percepatan penyusunan dokumen tersebut agar sejalan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Bali.
Selain Rakorda, agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) juga akan menghadirkan narasumber lintas sektor, di antaranya dari Badan Gizi Nasional (BGN), Tim Penggerak PKK, serta DPRD, guna memperkuat koordinasi dan transformasi program pasca penyesuaian nomenklatur kelembagaan.
Dalam audiensi tersebut juga ditegaskan komitmen percepatan sejumlah program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program-program ini diposisikan sebagai instrumen akseleratif dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis komunitas dan mendorong pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.
Audiensi ini menjadi bagian dari konsolidasi lintas perangkat daerah untuk memastikan sinkronisasi kebijakan, efektivitas pelaksanaan anggaran, serta percepatan implementasi program prioritas pembangunan keluarga di Provinsi Bali pada tahun 2026.(*/bpn)












