STIKOM Bali Grup menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 pada Sabtu (31/1/2026) di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon.
STIKOM Bali Grup menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 pada Sabtu (31/1/2026) di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – STIKOM Bali Group menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 pada Sabtu (31/1/2026) di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon. Rakornas tahun ini mengusung tema ‘Melalui Rakornas Kita Kuatkan Tata Kelola dan Inovasi untuk Mewujudkan Lembaga Berdaya Saing Global’.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menjelaskan bahwa Rakornas merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian, kendala, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu melaksanakan rapat koordinasi nasional untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai, apa yang telah dilaksanakan, serta hambatan yang ada pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2025. Semua itu dibicarakan, diperbaiki, dan dicari jalan keluarnya untuk kemudian dilaksanakan perbaikannya pada tahun 2026,” ujarnya.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

Ia menegaskan bahwa perencanaan tahun 2026 harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan prinsip profesionalisme.

“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah yang akan kita bicarakan, bagaimana di tahun-tahun mendatang kita terus meningkat, terus meroket untuk eksistensi lembaga, sekaligus meningkatkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan dua isu utama yang menjadi perhatian Rakornas, yakni penguatan koordinasi antarunit pendidikan serta pengembangan kompetensi mahasiswa.

“Di STIKOM Bali Group ini ada sekolah formal dan nonformal. Sekolah formal harus dibekali kompetensi, tidak hanya ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi dari lembaga nonformal yang kami miliki,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan solusi atas persoalan mahasiswa, seperti tingginya angka drop out, ketidakaktifan mahasiswa, hingga ijazah yang belum diambil karena kendala biaya.

“Kami memberikan way out dengan program kuliah sambil magang atau bekerja ke luar negeri. Program ini tidak memerlukan biaya besar karena didukung oleh pemerintah dan mitra lembaga keuangan,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. I Made Bandem, mengungkapkan perkembangan proses peningkatan status ITB STIKOM Bali menjadi Universitas STIKOM Bali (USB).

“Pada tahun ini kami sudah mengajukan usul terakhir kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Saat ini kami menunggu kehadiran universitas yang kami sebut USB. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama status peningkatan ini bisa segera turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Bali Innotech 2026 Jimbaran Chapter Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri Dorong Inovasi Digital

Menurut Prof. Bandem, peningkatan status tersebut akan diikuti dengan penguatan kualitas pendidikan dan penambahan program studi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperbanyak program studi yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini, termasuk pengembangan aplikasi berbasis komputer dan robotik yang ke depan sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh persyaratan administratif dan fasilitas telah dipenuhi.

“Fasilitas, gedung, kampus, laboratorium, kurikulum, hingga program studi sudah lengkap. Semua sudah kami masukkan bulan lalu. Mudah-mudahan tahun ini status USB bisa terwujud,” pungkasnya kepada awak media.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News